Sunday, December 9, 2012

H.O.R.N.Y.M.O.O.N Part II

Yak!! Welcome to BALIiiiii after 3 days spent on Lombok. The hornymoon journey still continues wkwkwkwk...

Sebenernya begitu sampai di Bali, sudah cukup malam, sekitar jam 6 sore. Dijemput oleh Pak Ketut, beliau adalah salah satu driver dari Bisma Travel (08123834405 - Pak Awan Ariawan)

Bisma Travel merupakan travel kepercayaan Astra Group, tempat gue bekerja (was). Drivernya sopan, tau diri dan hafal jalanan. 

Setelah sampai, kami langsung makan di Jimbaran, nama cafenya lupa. Yang jelas porsinya besar, enak dan cukup murah. Sayangnya berhubung camera lowbatt jadi ga ada penampakan foto seafoodnya ya. Tempatnya sendiri sejajar dengan Menega Cafe, dipinggir pantai, lebih sepi jadi lebih romantissss hihihihi
Makannya ditemani suara debur ombak dan candle light.

Setelah selesai makan, langsung menuju hotel dikawasan kuta. Dannnn....ternyata gue salah booked hotel dooonk!! Ternyata hotel tempat gue menginap itu, ada 2 hotel yang berada di 1 area. Kesalahpahaman terjadi karena kedua hotel tersebut share restoran (untuk breakfast) dan pool. 

Dulu ketika gue ke Bali dengan teman-teman kantor, hotel yang gue inapi bernama Harmony Hotel. Dan tepat disebelahnya tanpa pembatas apapun, langsung lorong menuju pool yang dikelilingi kamar-kamar adalah Aroma Bali Hotel Residence. Gue berpikir kalau 2 hotel tersebut adalah hotel yang sama (baaaah!)

Harmony Hotel sendiri tempatnya bersih dan merupakan hotel baru. Ketika itu gue menginap di tipe kamar studio yang lebih merupakan seperti apartemen kecil. Terdapat dapur, kamar mandi, ruang tamu yang cukup besar dan 2 kamar tidur yang bisa ditempati beramai-ramai.

Gue sendiri tidak menyarankan Aroma Bali Hotel Residence untuk honeymooners. Kenapa? Hotelnya sudah cukup tua, banyak noda ga jelas di selimut, sprei dan bantal. Kamar mandinya lembab dan kurang bersih. Penerangannya suram. Lantainya lengket. Jujur aja, gue lumayan jijik tidur dikamar lembab dengan banyak noda ga jelas.  Maaf aja kalo ga ada foto-foto penampakan hotelnya karena gue sendiri malas ingat-ingat. Ratenya pun termasuk lumayan 375rb/night include breakfast. Disana gue menginap 2 malam. Jadi dibetah-betahin aja deh. Kebetulan selama di Kuta, jadwal jalan-jalannya cukup padat. Jadi ketika sampai di hotel pun sudah jam 11 malam dan langsung pengsan molor kecapean.

Day 2 : 
Late breakfast at Babi Guling *lupa namanya, nanti gue update*

Heading to Bali Safari Marine Park. Disana ketika sampai, gue+hubby disangka turis Jepang/Korea/China, jadi dikasi brosur harga khusus untuk turis. Sempat shock karena harganya 49USD/person wakakakak...untungnya Pak Ketut buru-buru menginfokan ke mbak nya kalo kami ini orang indonesia. Mereka sempat ga percaya sampe akhirnya gue ngomong indo dengan lancar dan merepet ngoceh panjang dengan hubby wkwkwkwkwk...
ternyata untuk turis lokal harganya beda. Kami ambil paket Jungle Hooper 200rb/person dimana Pertunjukan Sendratari Bali Agung sudah termasuk didalamnya. Check disini untuk paket lengkapnya.

FYI Bali Agung Show merupakan pertunjukan sendratari yang menceritakan Raja Bali yang jatuh cinta kepada Putri dari Cina lalu menikah, sayangnya ternyata Sang Ratu tidak mampu untuk memiliki anak. Dan karena peperangan, mengakibatkan Raja Jaya Pangus pergi ke Danau Batur untuk mencari daerah jajahan baru. Tapi di Danau Batur, Raja Jaya Pangus bertemu dengan Dewi Danu (Dewi Kesuburan) dan jatuh cinta hingga memiliki anak. Sang Ratu yang rindu, pergi mencari suaminya yang tidak kunjung pulang. Betapa terkejutnya Sang Ratu ketika menemukan Sang Raja sudah memiliki wanita lain dan anak. Lalu sang ratu dan Dewi Danu bertengkar. 

Sang Dewi menjadi murka dan mengutuk sang raja ratu menjadi batu. Karena sedih, rakyat menjadikan batu raja dan ratu mereka menjadi patung sakral yang sekarang kita sering lihat patung wanita dan laki-laki dipintu masuk pura. 
Pengaruh budaya Cina sendiri terlihat di kepingan mata uang pipih yang bolong ditengahnya yang dipakai di ritual sembayangan Hindu di Bali.

Karena koreografi, ligtning serta orkestra yang luar biasa dan mellibatkan banyak pekerja seni untuk menciptakan sendratari ini, maka kamera, hp, camcorder serta perangkat lainnya yang dapat merekam/meng-copy pertunjukkan ini dilarang digunakan selama pertunjukkan berlangsung karena berkaitan dengan hak cipta.

Bali Safari Marine Park sendiri berbeda sensasinya dengan Taman Safari Indonesia di Puncak walau masih 1 management. Di BSMP, kita ga menggunakan mobil pribadi tapi menggunakan mini bus untuk merasakan petualangan bagai di Afrika dengan zona binatang yang lebih lebar dan lebih bercampur jenisnya serta landscape yang lebih beragam seperti rute rawa-rawa yang cukup dalam dan panjang (duh bahasa gueee).

Begitu bayar, langsung diberikan gelang kertas sesuai paket yang dipilih. Dan naik mini bus untuk masuk kedalam Bali Safari Marine Park.
  
didalam mini bus

Ini pintu masuk utama setelah dijemput dengan mini van





Marine Park Zone

Macan Putiiiih

Magnum seharga 35rb di BSMP *aaaaaa tidaaaak!!!*


Pintu Masuk Bali Agung Show

Selesai dari Bali Safari Marine Park, lanjut ke Uluwatu untuk nonton Kecak Dance. IMO, gue jauh lebih suka nonton Kecak di Uluwatu daripada di Kintamani. Pemandangannya lebih indah dan suasananya terasa lebih magis. Sayangnya begitu sampai, kami telat sekitar 10 menit dan sudah dimulai :(
Tempatnya pun sudah penuh, tapi cuek aja deh, ga apa-apa nonton berdiri. I Loveeeee Kecak Dance at Uluwatu. Apalagi kalo dapat kursi yang menghadap tebing dan laut, romantis banget sambil nonton kecak dan sunset.

Breathtaking sunset scenery



Pose with Hanoman


Malamnya kami janjian ketemu teman lama suami istri yang ketika menikah hanya berjarak 1 minggu dengan kami, di Menega Cafe, Jimbaran. 
Akhirnya kami mendapat kesempatan mencicipi Menega Cafe yang terkenal itu. Sayangnya Menega Cafe tuh penuuuuuh banget!! Waiting list hingga 20 menit. Sambil menunggu meja, kami pun memilih makanan dimana sistem memesan makanan adalah antri sambil memilih seafood yang masih hidup didepan cafe.

Dan ternyata masakan di Menega Cafe memang enak banget!!! Pantesan aja begitu fenomenal. Sayang karena terlalu ramai, ga ada suasana romantis terasa walau makan dipinggir pantai. Harganya a bit over price yak >.<
Kami ber 4 habis sekitar 988rb untuk pesanan kepiting 2 ekor, kerang kepa 1 porsi, lobster 1 ekor, ikan bakar, kangkung 1 porsi, nasi 5, 4 es teh tawar, 1 jus jeruk dan 1 teh botol.
Cuma gue ga kapok karena emang rasanya enak banget! Kapoknya pesan lobsternya aja ahahahaha...karena ternyata lobsternya seharga 500rb/ekor wkwkwkwk.

Monday, November 26, 2012

H..O.R.N.Y.M.O.O.N Part I

Gue nulis ini disaat lagi brusaha untuk merapikan dokumentasi keuangan penganten baru wkwkwk...yesss...i'm control freak, kebiasaan gara-gara kerja jadi sekretaris direksi
semuanya harus terdokumentasi dan difiling dengan rapi!

Anyway, gue uda resign T_T
Sedih banget sebenernya, sempat nangis-nangisan sama anak-anak + manager-manager kantor ahahahahaha *macam ga bakal ketemu lagi*

Kalo kata teman gue, it's a good way to quit your job, lu tau kalo lu dicintai *weep tears*

Dan inilah foto-foto our HORNYMOON wkwkwkwk : Lombok + Bali

Why Lombok + Bali??
1. Gue males googling, browsing dan searching destination luar negri yang membutuhkan extra tenaga dan extra pikiran untuk itinerary nya
2. Gue pengen leha-leha santai ga pake mikir saat honeymoon
3. Harganya jauh lebih terjangkau dibanding honeymoon keluar negri *lebih milih hotel bintang 3-4 di Bali daripada ke luar negri tapi nginep di budget hotel*
4. Gue suka banget sama sesuatu yang eksotis dan alam, so big no no dengan mall *di Jakarta juga banyak mall*

Hari pertama tiba di Bandara International Lombok. Airport ini masih baru dimana lokasinya diluar Mataram (airport lama lokasinya ada didalam Mataram). Oia, ada kejadian ga enak. Gue naik Lion Air dan koper gue dicongkel sampai kunci koper gue kebelah dua dan koper gue jadi rusak. 
Untung ga ada barang yang hilang, berhubung isinya cuma beha kolor *makan tuh beha kolor, maling!!!* 



Dalam perjalanan menuju Bangsal, kami mampir dirumah makan Irama. Menunya khas Lombok yaitu Ayam Taliwang dan Kangkung Plecing. Kurang pedas ah! Padahal pas pesan, pelayannya yang ragu-ragu gitu dan meyakinkan gue dengan berkali-kali menyebutkan "Mba, ayam taliwang itu pedas sekali lho". Gue cuma jawab "iya, ga apa-apa". Mas nya masi ragu dan menekankan lagi "Pedas sekali lho, mba" 
Bwaahahaha...mas nya ga tau apa ya kalo saya ini iblis cabe LOL!



Ayam bakar pesanan hubby


Ayam Taliwang



Beberok terung

Selesai makan, lanjut perjalanan ke Bangsal yang mencapai 2 jam. Padahal airport lama cuma berjarak 15 menit untuk mencapai Bangsal.
Bangsal ini pelabuhan umum untuk ke gili-gili di Lombok. Gili sendiri artinya Pulau. Di Lombok, banyak sekali gili. Tapi yang paling besar dan terkenal adalah Gili Trawangan dimana gue akan menginap. Nah bangsal sendiri tutup jam 4, jadi boat terakhir hanya beroperasi hingga pukul 4 sore. Lebih dari waktu tersebut, harus charter.
Harga public boat hanya 25rb/person. Kalo charter, kurang lebih 350rb/person dan masih bisa ditawar.

Sampai di Gili Trawangan jam 4 sore. Lalu naik cidomo (delman) menuju hotel, berhubung masi buta hotelnya ada dimana. Tarif cidomo itu pukul rata semua diseluruh gili. Jadi ga usa takut kena tipu. Dan di Gili hanya ada 2 jenis trasnportasi yaitu cidomo dan sepeda. Kendaraan bermotor dilarang keras di gili karena takut polusi dan mengotori perairan di lombok.

Gili Trawangan, stay at Gili Trawangan Dive (***)


Ga nyangka hotelnya lumayan bagus, harganya 495rb/malam termasuk breakfast. Fasilitasnya termasuk fresh water, dimana ga semua hotel di Gili mendapat fresh water.









Day 2 aktivitasnya adalah snorkling ke 3 gili : Gili Trawangan, Meno, dan Air. Selesai snorkling, balik hotel dan mandi. Cari dinner lalu kita langsung spa, rasanya itu spa paling enak yang pernah gue rasakan.
Gue langsung tidur pulassss pas dipijat. Mungkin kecapean sehabis wedding day dan snorkling ini tumplek blek jadi satu makanya bisa bablas tidur molor.



Pemandangan underwater, fotonya dari glassboat


Ini di Gili Air, last pit stop dari trip snorklingnya




Day 3 : Jalan-jalan di Mataram.

Rutenya dimulai dari Monkey Forest (saran gue bisa dilewati aja, ga menarik, monyetnya cuma 1-2 dan hanya berhenti ditengah jalan sepanjang tebing), belanja makanan oleh-oleh khas Lombok. 
Lalu ke toko mutiara (lupa namanya), dijelasin cara membedakan mutiara palsu dan asli. Kalo mutiara asli jika digesek antara mutiaranya, nanti ada serpihan tepung gitu dan mutiaranya lecet. Tapi pas googling kok bukan kayak gitu ya cara bedain mutiara asli? Ah sebodo deh....berakhir dengan gue membeli mutiara air tawar yang harganya "hanya" ratusan ribu. Secara mutiara air laut itu harganya jutaan hingga ratusan juta wekekekekek, belum mampu beli deh. Kenapa bisa mahal gitu? Karena mutiara air tawar itu setahun bisa panen hingga 4-5x. Sedangkan mutiara air laut itu hanya panen 1x dalam setahun dan prosesnya lebih alami. 

Setelah itu makan di rumah makan sederhana ala rumahan (lupa lagi namanya, tapi letaknya dekat dengan ATM BCA yang gede banget itu, berhubung mataram kecil, kemungkinan besar itu satu-satunya ATM BCA yang paling besar seMataram). Mirip nasi rames tapi sambalnya pedassssss luar biasa!! Mantap bener dah! Sayangnya saat itu sambalnya asin luar biasa juga! Ahahahaha....tour guidenya juga sempat ngomong ke gue, kok tumben sambalnya asin banget.

Setelah itu lanjut rutenya ke Desa Banyumulek dan Sukarara. 

Desa Banyumulek merupakan pusat kerajinan dari tanah liat. Kerajinannya bagus-bagus dan etnik, gue sempet ngiler sama guci etniknya tapi gede banget bo! Bingung juga gotong ke Bali dan ke Jakartanya. Kasian si yayank, masa honeymoon malah gotong-gotong guci kemana-mana hihihi...jadinya gue cuma beli piring kecil buat tatakan aromatic candle di kamar mandi. Disini juga bisa belajar bikin kerajinan keramik ala pelem Ghost yang fenomenal itu. Tapi pas nyobain, kok ga seseksi di pelem ya? wkwkwkwkwk










Menuju Desa Sukarara, melewati Desa Sade. Sempat ditawari mampir ke Desa Sade tapi gue ogah. FYI Desa Sade adalah desa dimana lantai rumah-rumah penduduknya di-pel dengan eek kebo. Katanya biar ga ada nyamuk. Dan emang ga ada nyamuk sih, cuma apa mau rumah situ di-pel sama eek kebo?? Gue sih ga mau :P
Dan ogah juga, mosok honeymoon berkunjungnya ke tempat yang ga romantis sama sekali.

Dari Desa Sukarara sehabis coba-coba menenun kain, langsung cabut ke Tanjung Aan. Oia pas coba menenun kain, kasi tips aja ke ibu-ibu tukang tenunnya. Mereka ada menyediakan mangkok kecil disamping mesin tenunnya. Gue kasi 10rb aja waktu itu. Dan sempat putar-putar showroom penjualan kain tenun khas lombok. Berhubung gue orangnya ga suka pakai baju etnik gitu, gue ga beli apa-apa. Ga dipaksa kok walau guide nya menemani dan menjelaskan motif-motif serta cara pembuatan kain tenun khas Lombok.



Dan begitu sampe di Tanjung Aan, gue langsung teriak-teriak sama laki gue. Pantainya bagusssss banget nget nget nget!!!! Air lautnya gradasi biru, turqouise dan hijau....indah banget deh! 
Jadi Tanjung Aan ini bentuknya laut yang menjorok kedalam kayak ceruk gitu, ada 2 ceruk dengan ditengah-tengahnya ada tebing tinggi yang bisa dinaiki dengan mudah *mudah kalo lu ga takut dengan ketinggian*
Bayangkan huruf W...nah bentuk Tanjung Aan seperti itu.
Pasirnya sendiri unik banget, dilingkaran luar pasirnya berbentuk lada. Dan dilingkaran dalam, pasirnya halus banget kayak tepung.



Pantai sebelah kiri rame banget sedangkan sebelah kanan sepiiiiiii banget! Cuma ada sepasang bule yang siap-siap mesum andai ga ada kami huahahahaha.
Jadi gue dan hubby jalan-jalan kepantai sebelah kanan. Saat itu air laut sedang surut jadi airnya tenang banget, ga ada ombak sama sekali. Rasanya pengen banget deh lepas baju saat itu, pake beha kolor aja terus nyemplung ke lautnya saking jernih dan tenangnya ga ada ombak ahahahaha...Sayang kamera gue lowbatt jadi foto-fotonya ga banyak :(


Pantai sebelah kiri


Pantai sebelah kanan, berhubung kamera digital biasa, jangkauan lensanya pendek yak...sayang pantainya ga kefoto dengan jangkauan yang lebih luas

Dan gue+hubby uda janji, oneday kita akan balik lagi ke Tanjung Aan dan nginap di Novotel, hotel yang paling dekat (sekitar 5 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor)

Setelah itu langsung cabut ke Airport. FYI saking sepinya Lombok, semua tempat dapat dicapai dalam waktu 1 hari saja :D

Tuesday, November 13, 2012

The Wedding Day

Let the photos told the stories















Actually ada foto moustache earings bridesmaid gue yang warnanya sama dengan bow tie grooms maid, sayangnya Antheia lupa kirim fotonya :(














I love my hair do, however kurang kuat karena ada beberapa helai jatuh dibagian bawah sanggul :(





With the D-Designer, Melta Yani *love u so much, the gown is superb!!!*

Love the hair do, however *again* di jam 9 malam, poni finger wave nya jatuh sedikit tapi cukup terlihat di beberapa foto close up..hair do kurang kuat, mungkin another bride pengalamannya sama??



Hair do from back side

NB : kalo ada yang komentar, dekornya bagus kok....thanks to Lightworks...bukan karena dekornya bagus ya, tapi karena lightningnya bagusssss!!
setelah dapat raw photos hari H, ternyata banyak kehancuran lain yang gue ga noticed saat itu....rasanya refund 40% kurang deh! harusnya 70%!!

Anyway pasti di hari H ada aja yang kurang, contohnya pas prosesi masuk gereja, karena 2 bridesmaid gue ditempatkan di penerima angpao, maka mereka ga ada iringan masuk ke gereja. Pas tonton video, timpang karena hanya groomsmaid yang masuk beriringan.
Dan karena dekor brengsek, sampai jam 7 malam ketika resepsi dimulai mereka masih beberes dan ketok-ketok kanan kiri padahal tamu sudah berdatangan, maka ga ada photo session di tempat resepsi >:( 

But overall i enjoyed the process :) Yuk yang lagi puyeng dan stress ngurus your Big Day, just remembered, ketika semua berlalu dan kalian melihat ke belakang, it all worthed!