Thursday, September 20, 2012

Things are getting BETTER

Things are getting better this lately. Thanks to one of my bridesmaid, she's so helpful in designed the VIP Card and made a cute ribbon for my DIY Project 

Satu per satu To Do List sudah mulai lengkap. 
- Buku misa sudah siap dicetak dan dijilid, hanya tinggal direvisi sedikit. Minggu ini should be done sih.
- Cincin sudah dibuat dari 10 hari yang lalu, owner toko perhiasannya menjanjikan 2-3 minggu selesai.
- DIY Project sudah selesai and i'm proud of it walau masi mencong sana sini tapi at least cita-cita gue to add some personal touch on my wedding uda terlaksana :)
- Prewed indoor sudah beres, malah i love my prewedding indoor session more than outdoor hehehe...sudah revisi layout album prewedding shots, sudah revisi photoshop dari foto-foto prewedding. Finalnya jumat ini. Sudah pilih-pilih foto untuk gallery photo di resepsi, sudah pilih frame dan pilih foto yang akan dibuat canvas box  dan special frame untuk pajangan di sweet corner
- Gaun bridesmaid sudah selesai 50% dan menyusul jumat ini sudah selesai semuanya 
- makeup untuk my sisters sudah ketemu dan untungnya my sis pasrah setelah perdebatan panjang mengenai kebiasaan "tar sok-tar sok" cici gue
- Jumat kemarin sudah fitting ke 2 dengan Melta and she salute me for being lost 6kgs from the last she met me haha, samchan yang nongol dengan indah sudah hilang perlahan-lahan. Tinggal perut dan lengan atas dikencangkan
- Misdinar sudah dapat
- Sudah berhasil membuat honeymoon itinerary Lombok - Bali *hasil browsing sampe jam 5 pagi* dan sudah sewa travel untuk di Bali
- VIP Card DIY sudah selesai 

Progress??? 60% full speed!
Things are getting BETTER!!!!

Sunday, September 2, 2012

DIY BUTTONERIES

Beginilah akibat dari bridezilla yang terobsesi dengan details dan doyan browsing. 
Suatu hari ketika gue sedang browsing foto-foto wedding day, gue memperhatikan corsage unik nan lucu untuk groom dan groomsmaid. Lalu terpikir ide untuk DIY.

Ga lama setelah itu, Axioo publish blognya berjudul Wedding Buttoneries dan baru tau kalo corsage super unik itu namanya buttoneries. Makin semangat lah gue untuk DIY. Sebenernya dari kecil, gue hobi banget dengan yang namanya prakarya, dan selalu dapat nilai cukup lumayan dibanding pelajaran matematika wkwkwkwkwk.

Tapi jeleknya, gue orangnya ga tekun, kurang teliti, gampang teralihkan perhatiannya dan, ga konsisten. Wkwkwkwkwk...lengkaplah sudah kejelekan gue yang mengakibatkan susah fokus. 
Hanya saja wedding preparation ini bener-bener memunculkan kekuatan luar biasa dari diri gue. 
Kenapa luar biasa?? Karena hanya event inilah yang bikin gue on time, disiplin, teliti, dan fokus huahahahahaha....makanya gue dijuluki bridemonster oleh teman-teman gue.

Lalu gue mulai putar otak memikirkan bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat Buttoneries DIY. Dan karena gue memiliki pernak pernik scrapbook yang cukup banyak, lalu muncul lah ide untuk menggunakan pernak pernik tersebut. 
Jujur aja, gue cuma senang beli tanpa ada niatan untuk digunakan *that's soooo me* dan rupanya pernak pernik tersebut ga mecing sama sekali hahaha...beginilah lapar mata tapi tidak ada konsep. Jadinya tiap beli pernak pernik scrapbook, ga ada yang mecing. Dan perburuan pun dimulai untuk DIY.

Ketika sedang jalan-jalan nemenin mertua di Lokasari Plaza, Bogor ternyata ada Toko Paper Studio. Dan gue pun borong disitu. Tapi karena masi kurang puas, besoknya gue pun ke Paper Studio di Grand Indonesia. Disitu jauh lebih lengkap dan lebih unik walau harganya lebih mahal wkwkwkwk. Merasa masi kurang, tiap jalan ke mall, gue pasti menyempatkan diri untuk masuk ke toko manapun yang gue melihat ada sesuatu yang unik. Sampe gue pun mengobok-obok Gramedia dan menemukan stik untuk Buttoneries yang pas.

Tetap gue ga menemukan pernak pernik DIY Buttoneries untuk Fiance yang bertema : Roti! 

Fiance gue maniak makanan apapun yang berbahan roti misalnya burger, donut dan terutama roti. 
Dia bisa makan 5 roti sekaligus. Dia ngerasa happy banget kalo bisa borong roti murah di hotel dan bisa window shopping di toko roti. Tiap muncul menu burger baru di fastfood chain restaurant, dia harus coba! Selalu menyempatkan diri untuk mengagumi etalase Dunkin Donut tiap kali lewat. Tiap hari harus stock roti. Tiap pagi harus sarapan roti. 
Dan dia terobsesi banget dengan roti sampai-sampai pernah kirim email untuk Sari Roti mengenai ide rasa roti baru. Dia bahkan bisa ngomongin roti berjam-jam. Dan matanya akan berbinar-binar kalo melihat toko Bread Life di mall dan langsung borong. 

Maka gue bertekad akan menemukan pernak pernik roti untuk DIY Buttoneries khusus for my Fiance karena sangat mencerminkan dirinya :)

Dan disuatu siang, entah kenapa, gue yang sangat amat malas berjalan kaki di kota Jakarta nan berdebu dan panas ini, gue memutuskan jalan kaki. Rutenya Bebek Hj. Slamet di Kelapa Gading ke Mall Kelapa Gading 2. Rasanya siang itu ga terik banget dan ga terlalu berdebu. Maka gue berjalan dengan santai sambil lirik kanan kiri. Melewati Chaterine Bridal yang tersohor itu dan sempat berhenti untuk melihat kedalam dari luar. Lalu melanjutkan jalan lagi dan tiba-tiba gue berhenti disuatu ruko yang ga pernah gue sadari keberadaannya selama ini.

Ruko yang jual mainan Action Figures. Selama ini plang nya selalu gue liat tapi gue ga pernah ngeh atau masuk kedalamnya. Hingga gue menulis blog ini, sumpah gue lupa nama tokonya apa LOL. Pintu-pintu kaca rukonya semua tertutup kertas, hampir seperti ruko yang tutup dan tidak terurus. Walau gitu, gue orangnya super iseng dan penasaran. Masuklah gue. Dan pemandangannya didalam cukup wow.

Gue sendiri penggemar action figures walau ga sampai tahap mengkoleksi. Setelah puas putar-putar dan lihat-lihat, ekor mata gue menangkap sesuatu di ujung pojok terpencil dekat kasir. Dan memutuskan untuk menghampiri, karena cuma pojokan tidak menarik itulah yang belum gue lihat. 
Ga disangka-sangka, disitulah bertengger berjajar banyak miniature roti, burger, kue, pizza, etc yang dinamakan Rement.

Dan gue shock campur girang. Jujur aja, tiap kali jalan-jalan ke mall, gue ga pernah menemukan miniature roti yang gue inginkan. Tapi entah bagaimana disuatu siang hari ketika iseng berjalan kaki dan iseng masuk ke ruko asing, gue malah menemukan Rement roti tersebut.

Tanpa pikir panjang, gue langsung beli 1 set Rement donut dan burger tersebut. Dimulailah DIY Buttoneries process disuatu malam ketika Bridezilla labil ini insomnia.

DIY.....begin!!

The Bagels for my Fiance Buttoneries

For the Groomsmaid

For the Groomsmaid *roda berpita diganti dengan bunga berkancing karena kurang besar*

3 jam kemudian........

The Groomsmaid Buttoneries

The Groom Buttoneries

Yak....80% hampir selesai. Dikarenakan masih kurangnya pernak-pernik yang dibutuhkan dan harus dicari lagi, maka masih belum bisa gue selesaikan. Tapi target gue, minggu ini harus sudah selesai 100% karena hanya butuh pita motif diameter besar senada dengan tema *tangerine* 

Lalu menyusul update wedding checklist lainnya :
- Hari ini sudah ke Sehati untuk cetak cover buku misa. 
- Cincin masih belum dibuat karena tukang cincinnya masih belum balik dari kampungnya dan kami disuruh balik minggu depan oleh owner toko perhiasannya.
- Prewedding treatment sudah dimulai minggu ini dan semoga gue bisa telaten tiap minggu menyempatkan diri *nanti akan gue bahas lebih detail di post khusus*
- Alkitab, Rosario, dan Salib sudah gue beli sendiri di mall *nunggu fiance kelamaan, ga akan dibeli-beli kecuali gue ngamuk dan gue lagi males ngamuk*
- Sudah foto indoor
- Foto masa kecil+remaja untuk photoclip sudah dipilah dan dikirim ke Antheia
- Sudah beli karpet idaman di Pasar Baru 
- Dokumen catatan sipil sudah lengkap kap kap dan diserahkan ke Gusti+Claudy untuk dimasukkan ke Catatan Sipil

Kemajuan?? 5% 
Total dengan minggu lalu, kemajuan menjadi 10%

Not bad....not bad...not bad....not bad *panic starting to attack*

UPDATE AFTER 2 WEEKS :

Final DIY Buttoneries