Thursday, June 28, 2012

Souvenir & Invitation

Gue nulis blog ini sambil dengerin lagu Restless - Audrey Assad. Suwer deh pengen mewek...kebayang nanti video wedding day atau same day edit pake lagu ini, selain A Thousand Years - Christina Perri.

Meweknya ditahan dulu yak, karena gue pengen bahas soal souvenir. Berhubung tema wedding gue adalah summer, dan gue suka banget sama pepohonan dan bunga, jadi yang kepikir sama gue adalah souvenir miniatur tanaman. Selain sesuai tema, bisa buat jadi pajangan dan ga akan ngebosenin.

Beau-Coup.com

Beau-Coup.com

Nyatanya susah banget cari souvenir sesuai keinginan gue. Muter-muter 5 jam di Pasar Pagi Mangga Dua, tapi souvenirnya kasar-kasar. 
Lalu teringat ada teman kantor yang punya usaha sampingan graphic design untuk invitation, leaflet, brochure, web design dan juga souvenir untuk kantor. Dan usaha teman kantor gue uda mulai merambah ke dunia wedding. 
Berhubung mikir, daripada uangnya buat orang lain, ga ada salahnya menggunakan jasa teman sekaligus bantu.

Tapi setelah beberapa kali meeting, nampaknya teman kantor gue and his team ga bisa nangkap ide dan keinginan gue untuk souvenir maupun invitation. Jadi gue batalkan memakai jasa teman kantor gue. Daripada gue kecewa dan suasana malah jadi ga enak, lebih baik gue coba cari vendor lain yang memang lebih capable.
Dan gue pun mendatangi Fine Gallery di Kelapa Gading.

Awalnya skeptis, mengira wedding souvenir di Fine Gallery mahal. Tapi setelah gue ubek-ubek, ada beberapa item yang lucu dan classy dan ga semahal yang gue duga. 
Lalu karena di Fine Gallery sendiri ga ada souvenir sesuai keinginan gue yaitu miniatur tanaman, maka gue menyerah dan memilih glass coaster as my wedding souvenir.

ambil dari Beau-Coup.com karena picture Fine Gallery ga bisa di save image

Tapi sekarang agak kepikiran karena glass coaster ini terbuat dari GLASS which is bisa pecah dan agak susah untuk digunakan di kehidupan sehari-hari. Pengen ganti souvenir tapi bisa digetok rame-rame sama keluarga karena uda mepet waktunya. 3 Bulan 2 Minggu lagi....wowww...time flies! 

Tinggal undangan yang bikin gue dag dig dug padahal menurut mitos, wedding invitation ini paling rumit dari semua perintilan wedding. Belum salah tulisan, salah font, salah design, salah warna, dan segudang salah lainnya yang harus siap-siap untuk bolak-balik ke vendor wedding invitation. Tapi dijalani dulu, dan berusaha positif. Wiken ini mau coba datang ke Sehati, denger-denger kerjanya rapi dan cepat. So i crossed my finger that everything will be okay in the next few months left :)

Wednesday, June 27, 2012

D.R.A.M.A

Drrrrrrraaaaamaaaaaaaa of BrideZILLA

What kind of drama???

PREWEDDDING DRAMA

Mungkin ga sih cuma gue, brideZILLA yang paling puyeng sedunia cuma karena prewedding??? 40 persen blog ini kayaknya cuma diisi dengan kelebay-an gue mengenai prewedding photo.

Hal yang gue sesali adalah ketika sadar, gaun yang gue jahit semuanya model mermaid T_T 
No ballgown nor a line dress :(

Dan gaun yang rencananya niru Armani, ternyata Ci Siufa ga punya bahan yang mirip dengan Armani tersebut, padahal modelnya simple abis dan sengaja dimewahin di bahan biar keliatan outstanding. Terpaksa digagalkan rencana untuk jahit gaun ini.

Armani Inspiration


Dan hari ini baru menemukan web lucu buat wedding inspirasi apalagi kalo lagi cari inspirasi gaun-gaun prewed dan wedding : Weddingchicks 


Jadi kepikiran sesorean ini, pengen model gaun laiiiin....sedangkan waktunya uda mepet, ga mungkin bikin baru lagi.

Dan dari kemarin uda kontek Hian Tjen + Gladiolus. Sewa prewed gown di Hian Tjen harganya 3jt nett. Sewa di Gladiolus 4-12jt nett.
Di Hian Tjen, pilihan gaunnya terbatas sekali, tapi kualitasnya couture banget. Di Gladiolus, gaunnya banyak pilihan dan kualitasnya ga diragukan, couture abis. 

Tapi mikir-mikir kok ga rela ya uang segitu dihamburkan cuma untuk SEWA gaun T_T

Dan kegalauan lainnya, gue mau pake heels 12cm biar gaun-gaun yang uda gue jahit, jatuhnya bagus. Sedangkan tinggi fiance standar ala asia, kalo gue pake heels 12cm, tinggi gue dan fiance hampir sama. I'm 156 cm so you do the count.
Maka rencananya fiance pake hidden heels 7cm di sepatunya. Daaaan kemarin lupa bilang ke designer Wong Hang kalo celana fiance jangan dipotong terlalu banyak, lalu akhirnya cuma disisain 4cm. Hiksss T_T

If you don't have idea what is hidden heels, check this out : Keeves Shoes




Cool, uh??

Tapi sekarang harus bubar grak rencana diatas dan malah jadi galau ga jelas....jadi plan B nya adalah, wiken ini mau coba ke Stop n Go, coba nanya untuk pasang heels 3cm di sepatu fiance dan coba memanjangkan celana fiance 3cm.

Oh preweddddd....cepatlah usai biar gue ga galau berlebihan....

Properti yang harus dibawa untuk prewed photo session :
1. Softfel (kata sepupu gue, nyamuk di KRB ganas banget)
2. Headpiece
3. Aksesoris *beberapa harus beli dulu biar mecing sama gaun*
4. Koper vintage
5. Mini lamp vintage *yesss...i'm obssesed with french vintage style*
6. Softlen
7. Sepatu fiance *harus ditambahin dulu heelsnya*
8. Sepatu wedges 12cm
9. Sepatu merah
10. Baju + Celana putih fiance
11. Dasi kupu-kupu merah fiance
12. Sweater hitam fiance
13. Jas hitam fiance
14. Kemeja putih fiance
15. Tuxedo fiance
16. Gaun-gaun + minidress gue *beserta mini dress cadangan*
17. Celana Jeans fiance *harus dipotong dulu, kepanjangan*
18. Beli bunga segar di pasar bogor atau ke rawa belong dulu malam sebelum prewed
19. Gel rambut fiance
30. Kaos kaki fiance

Sekian itu dulu. Kalo ada yang inget, nanti gue update lagi. Jangan bosen dengerin ocehan gue tentang prewedding session ya. Asli, gue juga pengen cepet-cepet selesai biar lega :(

Sunday, June 24, 2012

Decoration Review

Sebenarnya untuk dekorasi ga bisa di review lengkap karena kan belum dilihat dekorasi nyatanya. Tapi disini gue mau sharing lebih ke arah service dari vendor dekor gue yaitu : CENCORED

Awal gue memutuskan untuk menggunakan CENCORED itu cukup rumit. 
Untuk urusan dekor waktu itu gue sampe ketemu sekitar 5 vendor : Ju*iana Dekor, G*asida Dekor, De S*etsa, Ev*in Dekor, dan terakhir CENCORED.

Mulanya gue dan fiance naksir sama Ju*iana Dekor dan meeting dengan ownernya sendiri. Dari gaya nya yang ceplas ceplos dan mukanya yang judes, somehow gue suka sama si tante ini. Keliatan orangnya cukup fair dan tegas tapi jeleknya agak susah nego harga padahal starting pricenya cukup mahal.

Malah pas gue ketemu CENCORED  waktu itu yang datang adalah Mas Heru - Marketing dan entah siapa namanya dari bagian designnya. Pembicaraan alot sekali dan keliatannya mereka ga nangkap tema yang gue inginkan. Mereka hanya "hmm..bisa..bisa...hmm...bisa" dan menunjukkan foto-foto contoh dekorasi yang telah mereka kerjakan. Gue bener-bener ga terkesan sedikitpun dengan CENCORED

Lalu WO gue agak memaksa gue untuk bertemu dengan De S*etsa, penuhnya jadwal mereka sampai bikin gue malas untuk ketemuan karena kesannya kok gue yang kejar-kejar. Tapi WO gue meyakinkan gue bahwa gue akan suka dengan De S*etsa. Dan bener aja, ketika gue uda ketemu dengan owner De S*etsa, gue langsung jatuh cinta dengan ide-ide ownernya yang out of box dan fresh. Saat itu juga dia banyak memberikan gue masukan-masukan mengenai dekor dan tema serta properti-properti yang sesuai dengan keinginan gue. WO gue pun puas melihat gue begitu excited. 
Tapi sayangnya setelah pertemuan itu, De S*etsa terkesan ogah meladeni gue. Hingga gue rasanya begitu marah dan langsung menegur WO gue untuk menanyakan niat De S*etsa. Dan jawabannya cukup bikin gue sakit hati, katanya mereka malas untuk menerima klien dimana venue nya tidak rekanan dengan mereka sehingga harus membayar charge tambahan. Disaat itu juga, mereka mengirimkan price list dimana harganya bikin gue ingin ketawa. 
Entah karena gue terlanjur marah dan negatif terhadap mereka, gue merasa price list De S*etsa dibuat dengan asal-asalan agar gue mundur karena harganya ga sesuai budget.

Lalu gue coba untuk bertemu dengan G*asida dan E*lin. Owner G*asida baik dan ramah, sayang ketika itu ownernya keluar negri hingga price list nya dikirimkan kira-kira 2-3 minggu kemudian dimana gue sedang terburu-buru untuk segera deal dengan dekorasi. Jadi gue coret dari daftar. Lagipula gue agak bosan melihat gaya G*asida dimana menurut gue, dekor mereka hanya copy paste dari contoh dekor-dekor yang telah mereka kerjakan. Harganya pun ga sesuai budget, dan beberapa properti yang gue minta, selalu dikenakan charge tambahan bzzzzz....

Dan terakhir gue coba kontek E*lin Dekor. Ketemu langsung dengan ownernya. Dari semua vendor dekor yang pernah meeting dengan gue, E*lin ini langganan tetap dari klien-klien yang menikah di Bapindo dan juga merupakan vendor rekanan. Jadi E*lin sudah hafal mati dengan denah, staff in charge, problem teknis yang biasa terjadi, etc. 
My fiance sempat tertarik dengan E*lin, ditambah harganya cukup murah. Tapi sayangnya ga sesuai dengan ekspektasi gue. Bagi gue, dekornya agak sedikit kuno dan boring, propertinya pun agak ketinggalan jaman dan sedikit. 
Ketika gue menanyakan beberapa hal, E*lin agak keberatan, bagi mereka dekor harus yang praktis. Untuk kombinasi warna yang gue inginkan pun, mereka agak keberatan karena tidak pernah handle bride dengan keinginan seperti gue. Jadi gue langsung coret vendor ini dari list gue walau sebenernya fiance suka dengan E*lin.

Lalu akhirnya yang tersisa hanyalah CENCORED yang masi dalam tahap meraba-raba. Akhirnya gue putuskan untuk bertemu kedua kalinya. Oia, jauh sebelum gue memutuskan untuk bertemu lagi, mereka sudah mengirimkan contoh sketsa dari dekor yang gue inginkan. Biasanya vendor dekor lain hanya akan mengirimkan sketsa dimana sudah deal dan DP. Jadi gue cukup terkesan dengan keberanian CENCOREDSayangnya sketsanya masih jauh dibawah keinginan gue. 

Maka ketika bertemu kedua kalinya, kali ini hanya Mas Heru - Marketing nya yang datang. Kami berdiskusi dan membicarakan kombinasi warna. Gue pun minta WO untuk menemani, agar WO gue lebih bisa menerjemahkan isi otak dan keinginan gue ke CENCORED  Pertemuan kedua ini nampaknya bisa membuat Mas Heru menangkap keinginan gue. Yang tadinya dekor didominasi dengan kain dan warna lime green, akhirnya menonjolkan warna bright yellow dan sage green, dipadu tangerine dan off white serta memakai wisteria dan rose wall.

Cukup rumit sebenarnya pembicaraan dekor ini. Tapi at least dipertemuan kedua, Mas Heru sudah menangkap bentuk pelaminan yang gue inginkan, rangkaian bunga diatas pelaminan yang gue inginkan, dekorasi lorong dan photo booth yang gue inginkan. Tapi tidak dengan warna!! Di sketsa kedua yang dikirimkan, rupanya warna lime green masi menonjol. 

Akhirnya gue memutuskan untuk bertemu lagi ketiga kalinya. Di pertemuan inilah akhirnya Mas Heru baru mengerti keinginan gue, karena kali ini gue paksa untuk bawa contoh warna kain huahahahahaha....dan bener aja, dia malah menunjuk warna hijau yang agak kekuningan dan shinny ewwww.....

Dan gue pun rombak warna-warna dipelaminan dan lorong. Gue menginginkan tangerine dan off white ditonjolkan kali ini. Gue minta dilorong untuk tidak menggunakan warna hijau dikain sedikitpun, kecuali untuk wisteria disisi kanan kiri yang memang berwarna hijau gelap. Ditambah dengan nego alot dimana gue minta bermacam-macam properti dimana CENCORED belum memiliki sehingga mereka terpaksa harus beli properti tersebut :D dan bonus hand bouquet untuk bridesmaid, hairpiece untuk flower girl, corsage untuk groom dan keluarga besar.

Lalu final price list dikirimkan. Cukup membuat gue kaget. Karena gue berpikir, CENCORED masi nama baru didunia wedding. Portfolio nya pun masi sedikit. Gue sendiri diberitahu mengenai CENCORED dari owner tempat penyewaan dress untuk bridesmaid. Lalu gue curhat ke WO gue, dan WO gue minta untuk dikirimkan price list tersebut untuk mereka teliti. WO gue pun berkesimpulan dengan nama CENCORED yang belum terkenal, harga mereka cukup mahal. 

Gue pun ga abis akal. Gue telp Mas Heru, menawar dan menawar dan merayu. Lalu akhirnya Mas Heru berkata akan membicarakan kepada ownernya dan akan mengabari gue. 15 menit kemudian, Mas Heru menelp balik dan memberitahukan kabar baik dimana gue mendapat diskon yang bikin gue nyengir girang *jangan nanya cara rayunya ya, ini bener-bener akal-akalan brilian gue :D*

Setelah deal, gue pun tetap dengan kelabilan BrideZILLA gue memaksa Mas Heru untuk meeting dengan gue berkali-kali. Hahahahaha....sempat juga terpikirkan untuk merubah warna tema yang dilarang keras oleh Mas Heru karena kombinasi warna tersebut cocoknya untuk outdoor. Yah maklumlah...namanya aja BrideZILLA labil.

So far gue terkesan dengan kesigapan dan service nya yang luwes dari CENCORED  Berani mengirimkan contoh sketsa design walau belum deal, marketingnya *Mas Heru* tidak pernah keberatan untuk diajak meeting dimana pun dan kapanpun, mau menerima masukan dan request aneh dari capeng sableng ini *sabar ya, mas Heru*, dan berani menerima tantangan dari gue untuk membuat design baru yang tidak pernah dibuat oleh CENCORED.

So let's pray for the best agar CENCORED tidak mengecewakan gue di hari yang akan berkesan selamanya di hidup gue :)

Thursday, June 21, 2012

Happy Day

Suatu pagi sehari setelah gue ngepost "Photografer Review" , tiba2 Ci Lisa - Marketing Antheia sms menanyakan gue lagi sibuk atau ga? Karena Ci Lisa mau telp. Berhubung gue lagi cuti karena mau ngurus form N1, N2, N4 ke kelurahan, maka gue sms balik info kalo ga masalah telp gue karena gue lagi cuti.

Ga lama, Ci Lisa langsung telp dan menawarkan sesuatu....yang bikin gue senyum sumringah dan rasanya kepengen teriak kegirangan....penawarannya adalah..............................................


VOUCHER UPGRADE PREWEDDING PHOTO WITH KO RAY FOR ONLY 2.5 MIO


Photo with Ko Ray is one of my dream!! Padahal normalnya Ko Mike dengan Ko Ray, beda hampir 4x lipat nya. Ci Lisa ternyata ingat kalo gue pernah mention, kepengen banget difoto sama Ko Ray. Jadi dia langsung keep 1 voucher buat gue, dimana vouchernya cuma tersedia 5 buah. Dan Ci Lisa ngomong gini "Ga apa-apa ya, Ci, ga bisa foto sama Ko Ray pas wedding day. Yang penting bisa prewedding sama Ko Ray" 

Ci Lisaaaaaa...i lope u pulllllll!!!!!!! 

Nah....dalam rangka apakah voucher tersebut?? Ternyata dalam rangka promosi studio indoor baru Antheia. Dan Ci Lisa pun berbaik hati mengirimkan foto-foto contoh studio indoor. And i love it...tapiii...propertinya masi kurang banyak ya, Ci Lisa hehehehe :P

Yak...drama Prewed Gown pun masi berlanjut...it killings me...literally! Karena gue memutuskan untuk foto indoor dengan jarak 10 hari dari foto outdoor, gue cape mikirin gaun+konsep lagi. Jadi dideketin aja biar bablas leganyaaa kalo uda selesai prewed. Tapi sekarang gue keabisan ide dan nekat untuk sewa aja walau pasti akan merogoh kocek dalam-dalam hiksssss T_T

Saturday, June 16, 2012

Photografer Review

Hari ini gue baru keingetan kalo ga pernah review vendor-vendor gue 1 pun. Dan hari ini gue pengen review vendor foto gue.

Antheia ini adalah vendor ke 2 setelah gedung yang langsung gue deal-kan di pertemuan kedua dan berpuluh-puluh email revisi harga dan bonus *judulnya aja usaha*

Duluuuuu jauuuuuh sebelum gue ada rencana nikah dengan siapapun, gue sering ngintipin blog fotografer. Dan bermimpi kapan ya bisa prewed seperti ini? Kapan ya bisa tampil cantik dan bahagia karena menikah dengan orang yang tepat lalu didokumentasikan dengan indah? Kapan ya?

Ga sengaja, gue menemukan blog Anthiea, hasil browsing iseng dari forum.
Dan gue juga suka banget dengan hasil foto Antheia dan diam-diam dalam hati gue berkata, one day i will use Antheia as my prewedding and wedding photografer *padahal waktu itu gue lagi jomblo hahahaha*

Lalu the day has come, 3 tahun kemudian, my prince charming proposed me. Dan gue masih mengingat Antheia dengan baik. Lalu gue coba browsing lagi. Ternyata Antheia makin cantik fotonya :) 

Tapi gue juga mencari another option for photografer vendor di wedding fair. Dan tertariklah gue dengan booth Photohau*, lihat hasil foto-foto nya dan apalagi setelah diperlihatkan photo box yang unik-unik. Makin tertariklah gue dengan vendor ini. Lalu diberikan quotation dan discount beserta bonus yang menggiurkan. 
Bonusnya antara lain : upgrade photo box, upgrade free special canvas frame, discount 8jt, free 2 mini album dan free photoclip. Syaratnya harus saat itu juga deal baru gue mendapatkan bonus yang dijanjikan. 
Tepok jidat dulu deh...ga segampang itu deal dengan vendor yang harganya puluhan juta, apalagi foto bukan hal yang krusial dan harus diputuskan saat itu juga.

Lalu gue pun minta agar quotation mereka di postponed sampai akhir minggu depan karena gue mau mikir-mikir dulu. Awalnya mereka desak untuk deal saat itu juga tapi karena gue bersikeras tidak mau deal saat itu juga, akhirnya mereka cuma menjanjikan bonus yang sama tapi tanpa free special canvas frame. Oke, gue pun berpikir ga masalah. Toh gue nanti bisa nego dan ngerayu Photohau* lagi.

Dan seminggu kemudian, gue kontek Antheia untuk janjian ketemu. Sebelumnya mereka kirim quotation harga ke email. Sempet kaget juga karena ketika ditotal, harganya hampir 1.5x lipat dari harga Photohau*

Tapi toh gue tetap ingin datang dan melihat Antheia. Maka dimulailah pencarian alamat Antheia di PIK.

Rukan Cordoba Blok B-30, Bukit Golf Mediterania
Pantai Indah Kapuk, Jakarta – Indonesia
phone: (+62-21) 5698-3430 / 6881-9801 / 928-6403

mobile phone: +62-816-189-4297


Begitu sampe di PIK, berhubung gue cuma pernah numpang lewat dan ga pernah main di PIK, sempet muter-muter nyasar sampe pusing, nanya kanan kiri ke tukang parkir. Rata-rata tukang parkir tau Antheia, tapi mereka tidak kasih petunjuk yang jelas. Telp ke Antheia tapi tidak diangkat sama sekali sampai rasanya mau nyerah aja. Setelah 45 menit akhirnya ketemu lokasinya. Ternyata ruko mereka ada dibagian dalam, melewati gang kecil yang ngumpet diantara ruko dan pepohonan. 
Tidak ada papan nama/petunjuk sama sekali jika itu adalah Antheia. Berkat kejelian my fiance lah, dia bisa liat properti interior yang manis dan vintage didalam ruko yang gelap dan keliatan tidak berpenghuni *thanks God, katanya Antheia mau pindah ke ruko depan dan pasang billboard, jadi capeng lainnya ga perlu mengalami seperti gue*

Akhirnya kami disambut oleh Ci Lisa, marketing Antheia. Orangnya ramah + cukup bawel + informatif. Di Antheia sendiri, ada 3 fotografer tetap which is katak beradik eh koko ade semua. 
Paling besar adalah Ko Ray, pendiri Antheia dimana menurut gue, foto Ko Ray paling indah diantara yang lain. Tengah adalah Ko Dave. Dan bontot adalah Ko Mike.

Kami disodorin price list dari ketiga fotografer tersebut. Hanya Ko Dave lah yang tidak menangani prewed foto. Jadi kami cuma punya 2 pilihan untuk prewed foto, dimana harga Ko Ray dan Ko Mike cukup timpang, karena berdasarkan pengalaman dan jam terbang.

Lalu setelah diskusi panjang, dan lihat-lihat hasil foto antheia yang belum dipublish dan un-edited. Rasanya hati ini meledak girang karena melihat foto un-edited nya aja uda bagus banget. Setelah pertemuan pertama, Ci Lisa janji akan mengirimkan quotation baru dimana prewedding dan wedding H-Day dengan Ko Mike + Video shoot on H-Day.

Ketika gue terima email Antheia, gue masi ragu-ragu antara Photohau* atau Antheia. Terus terang, gue amat sangat tertarik dengan bonus Special Canvas Frame nya Photohau* hahahaha...yeah, i am that shallow!

Dari segi harga, Photohau* jauh lebih murah dari Antheia. Tapi dari skill, gue bakalan jauh lebih tenang ditangan Antheia. Tapi ketika diperhatikan, ternyata harga prewed dengan Photohau*, lebih mahal 3jt dari Antheia dengan Ko Mike. Tapi harga Photohau* beda sekitar 40% dari Antheia di H-Day dimana akan  mendapatkan 3 photografer. Sedangkan Antheia hanya ada 2 photografer di H-Day dengan harga lebih mahal.

Dilema dan galau melanda hingga 1 bulan lebih. Apalagi ketika gue sudah memutuskan fixed untuk prewed di Kebun Raya Bogor. Dan ketika meeting dengan Photohau*, ternyata owner Photohau* which is yang bakalan foto untuk prewed, GA PERNAH foto di Kebun Raya Bogor. 
Malah dia kebingungan dan nanya balik, kayak apa tempatnya? 
*Gue sampe bingung sama fotografernya, pas SD apa ga pernah kesana sama sekolah/keluarganya apa yak??*

Dan kegalauan makin melanda ketika gue memperhatikan tema prewed Photohau* semuanya tema fun dan romantic casual. Ga ada tema classic glamour. Dan ketika gue menanyakan kemampuan sang owner untuk prewed dengan tema classic glamour, apa dia ngerti dengan mau gue?
Sang owner cuma angguk-angguk kepala dengan agak ga yakin dan minta dikirimkan contoh-contoh foto seperti apa yang gue mau.

Blas lah gue....makin galau komplit pake telor. Disatu sisi ingin pakai Photohau* dari segi harga dan skill cukuplah. Tapi disatu sisi, gue yakin akan tenang banget di tangan Antheia.

Setelah bergalau-galau ria, curhat ke sesama capeng, dan browsing kanan kiri. Akhirnya fiance buka omongan dan keputusan bahwa lebih baik pakai Antheia yang sudah jelas bagus dan professional dibanding vendor yang bakal bikin gue deg-deg an.

Dan lega lah gueeee...akhirnya gue pun say bye-bye ke Photohau* dan merencanakan meeting kedua dengan Antheia. Di meeting kedua, gue sempet nego dengan Ci Lisa, berharap diturunkan harganya karena i've been dreaming using Antheia on my Special Day, my Once Lifetime Moment since 3 years ago.

Dan Ci Lisa kayaknya terharu sama cerita gue *ahahahahahahahaha* lalu dia bilang akan coba bantu nego dengan bagian finance dan akan mengabari gue secepatnya.

Lalu 2 hari kemudian, Ci Lisa mengirimkan email kabar baik, gue dapat diskon cukup lumayan, free charge of mua on prewed, free indoor studio photo, free 15 poses indoor studio photo, upgrade photo box ke paket Ko Ray, free photoclip. Dan my fiance minta agar ditambahkan Same Day Edit package. Lalu final quotation keluar. Dan ijin ke keluarga lalu di approved. Dan bahagialah hati ini....syalalalalala....sekarang saya bisa tidur nyenyak setelah mendapatkan vendor impian.

Thanks berat to Ci Lisa - Marketing Antheia yang sungguh professional :) 
Ci lisa selalu rajin update dan cukup sering menelepon untuk memberi kabar, responnya cepat untuk mengirim dan membalas email maupun sms, selalu menepati janji, ramah keterlaluan, dan helpful. U're Antheia's asset karena marketing staff adalah ujung tombak dari semua vendor-vendor yang bergerak di bidang pernikahan dimana makin hari, makin banyak saingan bermunculan.

NB : for some reason, gue akhirnya pilih Ko Dave untuk H-Day ;) inginnya sih Ko Ray, apa daya...out of budget T_T

Wednesday, June 13, 2012

Prewed Dress

Setelah heboh kesana kemari, browsing kanan kiri, nyoba ini itu akhirnya gue pasrah menyerahkan prewed dress gue ke ci Siu Fa yang terkenal dikalangan keluarga gue, karena sebelumnya ci Siu Fa ini jahit untuk keluarga sepupu gue pas nikahan di tahun 2009 lalu.

Memang jahitannya rapi dan rumit. Tapi dengan segala kehebohan disekeliling gue, kayaknya gue agak-agak khawatir kalo jahitan si cici ini ga bisa meniru couture inspiration. Dan akhirnya gue pasrah di menit-menit terakhir karena setelah gue menjajal berbagai tempat penyewaan gaun couture di Jakarta, harga sewanya sekitar 3-12 juta. Dan gaun jahitan designer sekitar 10-25 juta. Kecuali gue nikah sama anak socialite, ga pusing deh keluar uang segitu T_T

Eniwei minggu lalu akhirnya fitting pertama kali, sempet deg-deg an juga sih. Dan kabar baiknya, setelah sakit bronkitis, berat gue turun 2 kg. Dan bener aja, pas fitting, gaunnya agak kebesaran. Tapi gue minta ci Siu Fa untuk ga segera dikecilin, gue agak pesimis bisa mempertahankan BB gue sampe prewed di bulan juli :P jadinya nanti di akhir juni bakalan fitting ulang

Front side

Up close to bottom of the dress

Back side *ini awalnya salah pake, harusnya v back nya jatuhnya pas dipinggang

Tail side

Ini aplikasi bunga 3D nya buat dibagian bawah dan buntut gaun

Inspiration Dress

Front Side

Back side & Tail

Bagian bawahnya masih belum selesai, nanti ditambah kain taffeta biar lebih full dan dibuat lebih jigrak lagi

Inspiration Dress : Vera Wang

Kekhawatiran gue lumayan terobati deh :D 
Daaaaan...karena gue uda cukup yakin sama skill nya ci Siu Fa, jadilah gue bikin 1 *yak!! SATU* gaun lagi ihihihihihihihihi...tapi tenaaang...gue bikinnya yang super simple kok. Cuma beda di bahan aja, pilih yang agak bling-bling dan warna hitam biar keliatan glamour.


The Next Inspiration Dress : Armani Couture :D


Monday, June 11, 2012

Prewed

Cita-cita gue dari dulu pas liat foto-foto prewedding, gue ingin foto yang classic timeless dan super unique. 

Gue sendiri paling suka sama pepohonan+rimbunan dedauan+hamparan padang rumput+padang bunga. Gue ingin sekali prewed dengan background tersebut, membayangkan foto diantara pepohonan dan hamparan bunga. Tapi di Jakarta adanya gedung perkantoran dan mall, hamparan debu dan macet wkwkwkwk

Kalo mau ya keluar negri, minimal di Singapore yang punya Botanical Garden. Tapi budget terbatas :( Akhirnya gue putuskan foto di Kebun Raya Bogor, walau tetap ragu-ragu karena rasanya kok kurang greget ajaaaaaa. 

Untungnya ga sengaja gue liat foto prewed WO gue di hutan pinus yang konon ada di Bogor, dan gue pun mendesaaaak WO gue untuk menanyakan lokasi prewed nya ke fotografer mereka *tepatnya meneror WO gue untuk nanyain ke fotografer mereka, lokasi prewed itu dimanaaaa...dimanaaa....dimanaaa?? *sabar ya, Gusti & Claudy sama capeng lu yang sableng binti sarap ini*


Ternyata di Gunung Pancar di Bogor. Gue pun langsung semangat membara untuk googling, dan gambarnya tidak mengecewakan, selain itu Gunung Pancar juga sering dikunjungi orang-orang yang rally bike karena medan pegunungan yang naik turun berliku-liku.

Gue uda ngotot sama laki gue, kami harus survey tempat ke Gunung Pancar karena gue uda super penasaran ingin lihat hutan pinus aslinya seperti apa. Dan kami berangkat pagi-pagi pas weekend jam 8. Tiba di Gunung Pancar jam 9 lewat karena macet di Sentul. Sepanjang perjalanan, agak miris karena dikaki Gunung Pancar ternyata sedang dibangun perumahan :(
Kebayang ga apa jadinya Indonesia 10 tahun kemudian? Semuanya sibuk memikirkan diri sendiri dan melupakan nasib bumi ini. Hutan ditebang dan dibakar, air dicemari, hewan dibunuh hingga punah. Kebayang ga anak cucu kita nantinya harus menderita akibat ulah kita sendiri? Oh well.....

Back to Gunung Pancar, pas sampe rasanya bahagia banget!! Pepohonan pinus sepanjang mata memandang, semuanya pohon pinus rapat-rapat dan indaaaaaah banget, kayak bukan di Indonesia deh. Kayak di pelem The Lord of the Rings *yesss...i am a LOTR geek!!!*
Gue teriak kesenengan, finally we get our prewed location!!! 


Akhirnya lengkap sudaaah itinerary prewed gue


03.00 - 05.00 Make Up by Aan
05.00 - 06.00 OTW to Gunung Pancar
06.00 - 08.00 Prewed Photo at Gunung Pancar
08.00 - 09.00 OTW to Kebun Raya Bogor
09.15 - 10.00 Retouch & Re-Hair Do
10.00 - 12.00 Prewed Photo at Kebun Raya Bogor
12.00 - 14.00 OTW to Jakarta, Gereja Katedral
14.00 - 15.00 Lunch sekitar Menteng + Nyambi Retouch & Re-Hair Do
15.00 - 15.30 OTW to Gereja Katedral
15.30 - 16.30 Prewed Photo at Gereja Katedral
16.00 - 17.00 OTW to Huize Trivelli Cafe
17.00 - 18.00 Prewed Photo at Huize Trivelli Cafe


credit : Antonio Edo Photography


Gunung Pancar
credit : google


Gunung Pancar
credit : google

Rencananya pake gaun ini untuk foto di Gunung Pancar
credit : nyolong di blog Jose Villa


Kebun Raya Bogor
credit : google


Kebun Raya Bogor
credit : google


Kebun Raya Bogor
credit : google

Vera Wang Dress Inspiration for photo at KRB
credit : google


Gereja Katedral
credit : google


Gereja Katedral
credit : google


Huize Trivelli Cafe

Huize Trivelli Cafe
credit : google

Huize Trivelli Cafe
credit : google

Mini Dress for photo at Huize Trivelli Cafe
Pesen di Ourvintagehouse tapi dimodifikasi halter neck diubah jadi one strap shoulder, list nya diperlebar dan warna merah, pita diperbesar, warna dress hitam
credit : OurVintageHouse

Dan seperti biasa, bridezilla gue SELALU kambuh jika menyangkut how do i look dan Prewed Things. Gue masih belum dapat gaun untuk foto di depan Gereja Katedral. Kalo kata marketing Antheia, karena Gereja Katedral nuansa nya gothic, gaun gue harus dramatis, bagusnya warna hitam atau merah. Dan gue pusiiing harus cari dimana gaunnyaaaa...Beli, ga ada yang sreg! Jahit, ga cukuuuuup waktunya! Sewa, mahaaaal 1-4jt an!! Ogah!! 

Jadinya gue masih struggle dengan gaun prewed gue. Bahkan rasanya gara-gara prewed ini, mood gue untuk ngurusin Surat Keterangan RT/RW + Kelurahan + Catatan Sipil terbengkalai. 

Beginilah obsesi jadi model ga kesampean *deep sigh*


NB : esok setelah gue post blog ini, gue fitting untuk louise brooks dress, gue nyesel list di dada diperbesar, jadinya kebesaran dan malah jadi aneh hiksssss...lucuan di pic nya hiksssss....

Friday, June 8, 2012

SICK :(

Yup! Gue sakiiiiit di hari harusnya prewed *nangis sesegukan ileran ingusan*
Setelah berjuang menurunkan berat badan 2 kg, mengencangkan perut, dan menaikkan stamina selama 2 bulan di gym, positif gue kena bronkitis T_T

Awal gejalanya hanya batuk dan pilek. Seminggu berlalu, dua minggu berlalu, ga ada kemajuan sama sekali. Batuk tidak membaik dan akhirnya menyerah dengan obat generik lalu ke dokter. 
Karena males jauh-jauh ke dokter, gue cuma berobat ke dokter di poliklinik kantor. 2 hari berlalu tanpa ada kemajuan sama sekali, padahal gue jaraaaaang banget minum obat pas sakit, makanya biasa begitu gue minum obat, harusnya dalam waktu 1 hari, langsung ada reaksi cepat. Tapi kali ini uda minum obat selama 2 hari, tetap ga ada perubahan sedikitpun. 


Akhirnya ke rumah sakit dan ke dokter umum, karena dokter internist penuh dan jam praktek sudah lewat. Tapi setelah 2 hari berlalu dari minum obat dokter di rumah sakit, batuk gue malah makin parah dan minum obat pun sama sekali ga ada efek.

Badan makin ambruk dan ga bisa tidur karena batuk sepanjang malam. Slum makin banyak dan sukses bikin muntah setiap makan. Akhirnya nyerah dan langsung ke dokter internist langganan bokap, Dokter Pradono di Jl. Waru, Rawamangun.

Begitu diperiksa, dokter sakti ini (yesss...Dr. Pradono sakti banget, saking saktinya, biasa gue cukup minum obatnya 1x, langsung sembuh) langsung tau kalo gue kena bronkitis. Untungnya belum akut. Daaaan gue harus disuntik selama 6 hari + minum 5 macam obat *hoekkkz*

Prewed yang awalnya tanggal 31 Mei harus diundur karena MUA nya baru tiba di Jakarta tangal 30 Mei jam 11 malam, padahal dia harus makeup in gue jam 3 subuh. Akhirnya diundur ke tanggal 08 Juni. Mungkin emang harus diundur karena gue juga ga sreg, gaun+mini dress gue belum selesai dijahit. Dan ternyata di hari jumat itu, cafe tempat prewed ternyata tutup. Pas deh semuanya, pas gue sakit, pas dress belum selesai dijahit, pas emang harus diundur lagi biar maksimal prewednya.