Showing posts with label Decorations. Show all posts
Showing posts with label Decorations. Show all posts

Wednesday, October 24, 2012

VENDOR REVIEW

Hi, i'm back!!! Sorry for the lack updates. 10 hari setelah hari H. Overall acara sukses tapi ada 1 kejadian fatal yaitu dekor resepsi dimana tidak sesuai dengan pembicaraan dan berakhir dengan cukup hancur.

Maaf kalo ada yang menuduh blog ini terkesan pamer atau lebay. Gue membuat blog ini dengan tujuan berusaha menikmati setiap step dan kemajuan yang gue lakukan selama wedding preparation. I'm sure you girls already missed those moments when you were preparing your own wedding day. Blog ini hanyalah catatan kecil, my own diary untuk mengenang those moment. Momen dimana ketika gue bahagia dan menikmati my wedding preparation.
Untuk menjadi pengingat betapa bahagianya gue menyiapkan sebuah pernikahan dengan seseorang yang mencintai gue dan berjanji sehidup semati.

So here's the review, girls :)

1. Bride Gown by Melta
9.5/10 kenapa ga 10? karena style untuk di gereja, tangannya kurang panjang sampe ke telapak tangan atas. Pdhl lebih anggun kalo panjangnya sampai ke telapak tangan atas. Sayangnya pas fitting, ternyata tangan kanan dan kiri ga simetris, jadilah dipotong pendek sepergelangan tangan biar simetris, tapi kata tmn gue, ga ada yg perhatiin kok. Jadi ya sutralah 

Gue sendiri pasrah dengan design dari melta, cuma kasi tau kalo gue pengen classic style ballgown tapi ada blink-blink sedikit dan untuk pemberkatan pagi pengen model leher tinggi, berlengan panjang dikasi taburan kristal dan lace di sepanjang tangan. Hasilnya banyak bgt yg muji gaun gue dan nanyain CP Melta 
Melta orangnya fun, pinter nangkep selera klien, dan baik banget


2. Makeup by Arty

9/10, Banyak yg muji dan nanyain CP Arty. Gue puas karena Arty tipe yg mau terima masukan, kritikan, dan dia bener-bener ingetin apa yang gue mau dan gue suka. Hasil makeup pagi dan malam semuanya gue suka 



3. Groom Tuxedo by Wong Hang

9/10, Body fit dan cuttingnya oke. Sayang adminnya agak berantakan. Katanya tanggal sekian sudah selesai tapi begitu datang ternyata masih belum selesai. Model simple and classic walau sempet diprotes ipar gue, katanya jelek saking polosnya *lirik tux koko gue yg ada motif emas-emas sepanjang lipatan jas dan kancing emas 4 buah berderet* 


4. Bride and Groom Shoes by Pedro
Suprisingly sepatu pedro gue 15cm dengan platform sekitar 3cm, ga pegel. Dibantu Melta, dia kasi kristal tembak kecil-kecil sewarna dengan sepatu gue dan jadinya makin cantik  Sepatu co gue modelnya simple classic

5. Hand Bouquet by Atrina Rahayu
10/10, HB pagi simple dan warnanya soft, biru, pink dan peach dgn rangkaian bulat. I love it! Bunganya : David austin rose peach, yasin blue, dan rose hermosa dusty pink
HB malam lebih ngejreng, warna hijau campur oren. Bunganya : Wild rose spirit efc premium, cymbidium green, berries green, statice yellow or wax yellow dengan rangkaian depan memanjang kebawah. I love it the most! Karena unik dan ga biasa.

6. Catering by Crist Iwan
10/10, Semua tamu gue bbm muji makanan di resepsi gue. Katanya makanan resepsi yang paling enak yang pernah mereka makan cuma di resepsi gue *bahkan ada yang ngomong kalo cateringnya ga kalah dengan catering di Hotel Mulia* 

Mertua pesen banyak banget sampe begitu pesta selesai, makanan pondokan masi utuh semua ahahahaha. Yang paling banyak dipuji, iga sapi tom yum. Rata-rata sampe nambah min 2 mangkok.


7. Holy Matrimony at Santa Anna

10/10, admin dan pastur serta suster gereja sangat-sangat helpful. Gue sendiri umat paroki di Santa Anna. Belajar katakumen dan dibaptis di disini. Di gereja ini, suster serta romo yang memberkati pernikahan kami, berarti banget buat hubungan gue dan suami.



8. Church Choir by Melodia Singers

10/10, suaranya merdu bukan main serta terdengar megah banget. Gue sampe merinding dan benar-benar menikmati paduan suara mereka. Leadernya juga banyak bantu gue untuk pilih lagu dan edit buku misa gue.


9. Gedung at Plaza Bapindo lantai 10
8/10, bisa tampung 1000 orang. Ruang VIP besar tapi lampu nya suram dan agak jadul. Lift cuma ada 2 sedangkan lantai 9 dan 10 itu cuma beda beberapa anak tangga  jadi tamu undangan lantai 9 dan 10 turun dilantai yang sama. Akibatnya antrian lift cukup lama.

10. Hotel at Borobudur
Photo session, jemput2an dan teapai di hotel ini. Sayang ga bole foto2 di gardennya.

11. WO by D'Perfect WO
9/10, Suami istri (Gusti dan Claudy) as i told u several times, mereka helpful banget dan ga perhitungan. Gusti perfeksionis dan bisa translate apa yg ada diotak gue. Claudy disiplin banget dan care. Apapun yang gue minta, semuanya dipenuhi Claudy. Ga ada 1 pun yg kelupaan sama Claudy.

12. Prewed, Wed Day Photos, Video & SDE by Ko Ray - Antheia
10/10, puas banget bangeeeeet!! Dengan harga affordable, gue dapet kualitas dan professional staff Antheia. Semua muji hasil prewed dan SDE gue. Yang ga terduga, Ko Dave & Ko Mike *which is main photografer Antheia* nongol semua di wed day gue. Ko Dave second photografer, buntutin laki gue. Ko Mike pegang video. Dan another new face photografer di Antheia jg ikut jadi asisten Ko Ray. 

13. Entertainment + MC by Kana Entertainment
8.5/10, MC ga norak dan ga kaku. Singernya suaranya bagus. Pas banget untuk pemilihan lagu ketika wedding entrance, wedding kiss, wedding toast etc. Tapi sempat genset mereka turun, jadi beberapa detik soundnya ilang tapi langsung normal kembali.

14. Family Makeup by Meichen
7/10, gue kurang suka hasil makeup soso dan cici2 gue. Muka jadi tambah galak dan rambut kurang rapi. Tapi ci meichen baik dan sabar karena gue last minute booking dan ubah terus-terusan jadwal makeup keluarga.

15. Bridesmaid-Penerima Angpao Makeup & Gown Penerima Angpao by Stilleto Pagar Ayu
8.5/10, ownernya teman bae gue. On time dan makeupnya lumayan, hairdo rapi. Gaunnya bagus-bagus dan jahitan rapi. Harganya juga paling murah dibanding yang lain.

16. Souvenir by Fine Gallery
9/10, on time dan rapi, souvenir gue class coaster tapi ga ada yang pecah.

17. Invitation Card by Sehati
7.5/10, vendor jadul. Pilihan ga banyak dan ga bisa customized. Tapi rapi dan on time.

18. Wedding Cake by Cordon Bleu
9/10, kuenya rapi dan halus, modelnya unik dan harganya reasonable. Menurut laki gue, rasanya jg enak, berhubung gue ga doyan kue jadi ga bisa kasi review.


19. Wedding Car by Edross
9/10, ownernya teman SMA gue  last minute banget bookingnya yaitu 1 minggu sebelum hari H, gara-garanya mertua ngotot pake mercy jadoel milik pribadi. Gue uda deg2an mogok karena uda ga dirawat mobilnya. Eh bener aja, menjelang hari H, tuh mercy tiba-tiba bisa mati mesin dijalan dan harus distart berulang kali dengan keadaan mobil masi menggelinding dijalan  akhirnya sewa alphard tipe lama, yang penting bridesmaid gue bisa keangkut semua deh. Supirnya tau jalan dan mobil bersih.


20. Prewed dress by ci Siufa

9/10, karena si cici cuma penjahit tapi bisa sketch model juga, beliau hanyalah seorang yang gaptek dan hanya mengandalkan daya ingat terbatas. Jadi rajin-rajinlah kalian mengupdate beliau dan langsung tanya kapan bisa fitting. Plus harus berani speak out kalo ngerasa kurang puas dengan gaunnya. Ci Siufa ga akan marah, ngeluh atau apapun. Beliau malah minta maaf dan akan perbaiki gaunnya tanpa kena charge ini itu. Dan jangan ngarep hasilnya sehalus bikin dengan designer ya kalau modelnya couture


21. Nailart by Crystallized Nail Art

8/10, bagus dan on time. Sayang sabrina kayaknya lagi overload, dia lupa wed day gue kapan, karena gue juga pesennya 10 hari menjelang hari H. Jadi nailart untuk malam, kurang rapi tapi tetap bagus hasilnya.

22. Bridesmaid gown by Pak Rohman
10/10, tukang jahit keliling, rapi banget dan cepat banget, kebetulan model gaunnya simple bgt. Beliau ga keberatan dipanggil ke kantor gue untuk fitting dan harganya murah meriah. CP nya ga ada, karena gue minta tolong teman gue untuk panggil ke kantor pas lagi keliling diarea rumahnya 

23. Lightning by Lightworks
10/10, marketing dgn Reiza. On time, banyak kasih masukan mengenai dekor, professional dan bukan vendor yg sombong walau sering kerjasama dengan vendor dekor yang highclass dan venue di hotel bintang 5. 

24. Dekor
4/10, ini satu2nya vendor yang amat sangat menyesal telah gue pilih di hari pernikahan gue, my once in a lifetime moment. Gue bayar 96jt dgn detail : 
- Pelaminan 3D
- mini garden full bunga tanpa daun
- rangkaian mewah dan besar untuk standing flower
- foyer dengan rose wall, wisteria dengan crystal drop
- bunga lokal dengan bibit import (hydrangea, crysantemum, hydrangea, gerbera, carnation) bunga import (rose dan lily)
- lounge tersebar di dalam ruangan
- full cover kain didalam ruangan untuk ditembak lightning agar ambience warna orange
- cherry blossom tree 2bh dengan crystal drop
- rose petal carpet

tapi apa yang gue dapat???
- Pelaminan retak-retak sampai teman-teman gue yang design interior nanya, dekor lu siapa? pelaminan lu retak semua
- mini garden gue cuma bunga hydrangea+aster dan DAUN!! DAUUUUN semua!!!!! DAUNNNN dimana2!!!
- standing flower gue cuma vas bunga transparan setinggi 50 cm dan rangkaian bunga ga simetris, botak kanan, botak kiri dengan bunga lokal macam aster dan dedaunan
- foyer pendek dengan wisteria beberapa belas pieces yang ujungnya kawat dibengkokkan dan digantung di benang tanpa crystal drop pula, jadinya kayak jemuran ikan asin 
- bunga dikasi lokal semua dooong...even ROSE YANG DIJANJIKAN IMPORT TERNYATA ROSE LOKAL doong....lily cm beberapa tangkai di rangkaian bunga pelaminan ahahahaha 
- lounge super dekil sampe gue ngamuk minta dilap bersih, kalo gue jadi tamu, gue akan ogah duduk di area lounge karena kursinya banyak bercak noda ga jelas dan mejanya hitam dekil baret-baret
- gue nambah 22 juta untuk full cover kain didalam ballroom lantai 10, apa yg gue dapat??? kain tipis sampai lightworks nyerah karena lightning mereka ga keluar sama sekali ketika ditembak ke kain ahahahaha...awalnya mau ambience orange akhirnya gagal total dan lampu dinyalakan semua. Selain buang 22 juta, gue jg buang another 22 juta untuk lightning karena warnanya ga keluar ketika ditembak ke kain saking tipisnya
- hingga jam 7 malam ketika acara dimulai, pekerja CENCORED masi berkeliaran tampak ketak ketok sana sini, gue pun ga bisa photo session di tempat resepsi karena dekor belum selesai
- Properti yang diberikan amat sangat minimalis, janjinya di sweet corner/photo gallery akan diberikan mini pot-pot bunga, boneka, rose ball dan other sweet little things yang biasa kita lihat di photo prewed gallery nyatanya TIDAK ADA SAMA SEKALI!!! Jadinya amat sangat aneh melihat tumpukan bingkai foto disumpal semua ke 1 lemari tanpa ada pemanis sama sekali. DEKOR YANG "BAGUS SEKALI" 
- rose petal carpet? ato tepatnya carpet abu-abu dengan serpihan kain putih kecil2 

CENCORED...u made a wonderful job to destroyed my once in a lifetime moment. Selesai acara, ownernya datang bermaksud minta maaf. Bukannya merasa bertanggung jawab, dia melimpahkan kesalahan ke marketingnya. Hellooooo??? Bukannya elu sebagai owner yang bertanggung jawab malah sibuk menyalahkan marketingnya. And FYI, marketingnya helpful dan ga matre. Tapi ownernya selalu bersilat lidah, matre, selalu nge-lead gue untuk pilih design yang lebih mahal, dan ga pernah pegang tepat ucapannya, untung gue selalu simpan chat dengan ownernya. 


Lalu mengenai mini garden penuh dengan dedaunan, dengan alasan carnation *which is bunga lokal dan murah* abis dihari rabu, maka owner berinisiatif menggantikan bunga tersebut dengan aster dan dedaunan yang banyaaaaak banget 
dan ga ada inisiatif sedikitpun untuk menginformasikan gue/menggantikan jenis bunga tersebut dengan bunga yg lebih decent padahal masih ada waktu beberapa hari sebelum hari H

Padahal setahu gue, request gue adalah bunga carnation, hydrangea, gerbera dan chrysantemum untuk mini garden dimana bunga tersebut semuanya adalah BUNGA LOKAL WALAU BIBIT IMPORT....gue rasa, gue uda CUKUP TAHU DIRI dengan meminta jenis bunga murah dan lokal. Tapi dari semuanya hanya muncul hydrangea, aster dan dedaunan yang sangat banyak di mini garden ahahahahahaha 
Jangan lupa masi ada masalah foyer gue yang dibuat pendek (di kontrak tinggi foyer 4.5M, on the spot hanya 2.5M), ga tau ya apakah untuk menghemat kain agar laba yang dia dapatkan bisa lebih banyak dengan menghemat pengeluaran, bahkan wisteria yang dijanjikan dengan crystal drop akan ditempatkan di 5 posisi...hasilnya kyk jemuran ikan asin tanpa crystal drop sama sekali dan cuma ada di 2 posisi.

dan penambahan 22 juta untuk full cover ballroom, ternyata yang gue dapatkan hanyalah kain tipis, teknisi lightworks sampai kesulitan untuk menembak kain tersebut karena lightningnya ga keluar. KASIAN BANGET YA CENCORED SAMPAI SEGITU INGIN MENCARI UNTUNG BESAR DENGAN CARA MENCATUT KUALITAS DAN KUANTITAS KAIN.

Sempat gue ngeluh mengenai mini gardennya sekilas, guess what? dia langsung defensif dan menanyakan dengan menantang "bagian mana yg kamu ga suka dari mini gardennya??" dengan ekspresi ga percaya kalo gue komplen. Karena gue terlalu cape dan malas debat, gue bubarkan meeting tersebut dengan keyakinan bahwa owner sudah mengerti letak kesalahannya dimana dan berjanji akan mengganti uang dengan nilai yang sebanding. 

Lusanya setelah acara, owner CENCORED ga berani tanya no rek gue dan malah kontek WO gue untuk minta no rek gue. WO gue menolak dan suruh ownernya tanya langsung ke gue. 
Feeling gue ga enak, gue tanya, dia mau balikin duit gue berapa? 4jt doaaaank!!! Karena yang ada dipemikiran dia, kesalahan dia hanya ada di standing flower ahahahahaha...Well, girls, hati-hati dengan jasa CENCORED

WO gue sampai berkomentar, andaikan CENCORED bisa memegang janji dan bisa delivered dekorasi gue dengan baik, dekorasi resepsi gue akan jadi portfolio yang baik dan bagus bagi CENCORED. Ditambah ini kali pertamanya CENCORED bekerja sama dengan Lightworks *vendor lightning yang terkenal* dan Antheia, akan menambah bonus nama baik dan mungkin lebih banyak kerjasama kedepannya dengan klien yang memiliki budget yang lebih besar. TOO BAD HE MISSED THE CHANCE!!!!! LOSER!!! AHAHAHAHAHA!!!

Maka sabtu ini, WO gue berinisiatif untuk mengajak duduk bareng dengan CENCORED, menumpahkan segala kekesalan gue. Jika sabtu ini diskusi berlangsung dengan cukup lancar, gue akan menghapus review gue mengenai CENCORED dan tidak akan menyebut sama sekali (dengan artian, gue ga akan menyebut nama vendor gue atau merekomendasikan ke orang lain agar orang lain tidak mengalami hal yang sama dengan gue)

Jika berlangsung alot, maka gue ga akan menghapus review gue.



Nama CENCORED tetap gue sensor dengan kepentingan hukum agar pihak yang terkait tidak dapat menyeret gue dengan perbuatan tidak menyenangkan/pencemaran nama baik atau apapun lah 

Sumpah gue mau nangis kalo inget dekor gue...
Apakah gue lebay? YES!!! Karena apa? Karena itu bukan uang kecil yang dikeluarkan...

Emang sih apa yang uda berlalu ya sudahlah...tapi apa benar harus seperti itu? Apa gue harus pasrah jika CENCORED bisa melenggang kangkung dengan sombongnya setelah dia menghancurkan dekor di resepsi gue cukup dengan kata "MAAF"?

I GUESS NOT!!!! 

UPDATE :
1. Maaf kalo gue ga menghapus review gue, review ini gue keep hanya sekedar catatan untuk diri gue betapa fatalnya kesalahan dekor tsb tapi nama dekor tersebut sudah gue hapus dari blog ini

2. Ternyata banyak cerita yang jauh lebih parah yang terjadi ketika gue bertemu dengan WO gue, antara lain : awalnya bunga Lily malah tidak ada sama sekali hingga dipaksa dan ditekan oleh WO gue dan akhirnya Lily dibeli hanya BEBERAPA TANGKAI untuk dicolok asal di rangkaian bunga di pelaminan, foyer ternyata miring dan WO gue akhirnya turun tangan sendiri untuk membenarkan foyer karena para pekerja dari dekor tersebut tidak ada yang mau membantu, etc *yang banyak sekali*

3. Akhirnya sang owner yang bermulut besar itu, yang mengatakan 'DEKOR KAMU PASTI JADINYA AKAN BAGUS SEKALI, SAYA SUDAH BISA MEMBAYANGKANNYA" mengaku salah ketika dia ngotot bahwa bunga-bunga  mawar yang diberikan adalah import dan gue berteriak bahwa tante dari suami gue adalah seorang FLORIST dan tahu bahwa bunga-bunga mawar tersebut bunga lokal. Disitu dia langsung diam dan tidak berani membantah. Rupanya ada kecurangan disini. Ditambah ketika pembicaraan berlangsung alot, sang owner berani-beraninya kasi statement "Evi, untuk pesta kamu, saya beli properti banyak sekali lho". 

Disitu gue meledak dan berteriak tanpa malu-malu lagi "MANA PROPERTINYA?? MANA??? SAYA GA LIAT SAMA SEKALI??? MANA?? SWEET CORNER KOSONG MELOMPONG! LOUNGE CUMA ADA 1! WISTERIA KAYAK JEMURAN IKAN ASIN!! MANA PROPERTINYAAA??"
Akhirnya dengan suara lemas, sang owner mengatakan dia membeli 6 BUAH VAS BUNGA YANG DISTATEMENT "BELI PROPERTI BANYAK" ITU! AHAHAHAHA
6 vas tersebut juga gue bayar 4 juta untuk penambahannya!!! Berani-beraninya dia kasi statement seperti itu.
Belum lagi tinggi foyer, jenis bunga, tipe mini garden, jumlah wisteria dan, jumlah lounge yang tidak sesuai dengan kontrak.

4. Lalu setelah meeting yang sangat alot karena gue harus terus menerus mengeluarkan ancaman, maka sang owner akhirnya setuju mengembalikan refund sebesar 40% dimana sebenarnya amat sangat tidak sebanding dengan kerugian inmateriil yang gue derita. Tapi tetap gue hargai itikad baik dia.

5. Pelajaran besar untuk penjual jasa bahwa jangan pernah meremehkan siapapun. Hanya karena orang tersebut tidak menikah di hotel bintang 5 bukan berarti orang tersebut hanyalah orang biasa yang dapat dikelabui dan ditipu uangnya. 
Berita terakhir yang gue dengar, owner tersebut kehilangan kontrak besar dimana kliennya adalah keluarga dari designer terkenal Indonesia dan vendor-vendor yang terlibat adalah nama besar di dunia wedding. Semua itu hanya karena kesalahan yang dia buat di hari pernikahan gue, seorang yang menikah bukan di hotel bintang 5 dan bukan seorang terkenal ataupun luar biasa makmur. And the number still continues i believe...

Sunday, September 2, 2012

DIY BUTTONERIES

Beginilah akibat dari bridezilla yang terobsesi dengan details dan doyan browsing. 
Suatu hari ketika gue sedang browsing foto-foto wedding day, gue memperhatikan corsage unik nan lucu untuk groom dan groomsmaid. Lalu terpikir ide untuk DIY.

Ga lama setelah itu, Axioo publish blognya berjudul Wedding Buttoneries dan baru tau kalo corsage super unik itu namanya buttoneries. Makin semangat lah gue untuk DIY. Sebenernya dari kecil, gue hobi banget dengan yang namanya prakarya, dan selalu dapat nilai cukup lumayan dibanding pelajaran matematika wkwkwkwkwk.

Tapi jeleknya, gue orangnya ga tekun, kurang teliti, gampang teralihkan perhatiannya dan, ga konsisten. Wkwkwkwkwk...lengkaplah sudah kejelekan gue yang mengakibatkan susah fokus. 
Hanya saja wedding preparation ini bener-bener memunculkan kekuatan luar biasa dari diri gue. 
Kenapa luar biasa?? Karena hanya event inilah yang bikin gue on time, disiplin, teliti, dan fokus huahahahahaha....makanya gue dijuluki bridemonster oleh teman-teman gue.

Lalu gue mulai putar otak memikirkan bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat Buttoneries DIY. Dan karena gue memiliki pernak pernik scrapbook yang cukup banyak, lalu muncul lah ide untuk menggunakan pernak pernik tersebut. 
Jujur aja, gue cuma senang beli tanpa ada niatan untuk digunakan *that's soooo me* dan rupanya pernak pernik tersebut ga mecing sama sekali hahaha...beginilah lapar mata tapi tidak ada konsep. Jadinya tiap beli pernak pernik scrapbook, ga ada yang mecing. Dan perburuan pun dimulai untuk DIY.

Ketika sedang jalan-jalan nemenin mertua di Lokasari Plaza, Bogor ternyata ada Toko Paper Studio. Dan gue pun borong disitu. Tapi karena masi kurang puas, besoknya gue pun ke Paper Studio di Grand Indonesia. Disitu jauh lebih lengkap dan lebih unik walau harganya lebih mahal wkwkwkwk. Merasa masi kurang, tiap jalan ke mall, gue pasti menyempatkan diri untuk masuk ke toko manapun yang gue melihat ada sesuatu yang unik. Sampe gue pun mengobok-obok Gramedia dan menemukan stik untuk Buttoneries yang pas.

Tetap gue ga menemukan pernak pernik DIY Buttoneries untuk Fiance yang bertema : Roti! 

Fiance gue maniak makanan apapun yang berbahan roti misalnya burger, donut dan terutama roti. 
Dia bisa makan 5 roti sekaligus. Dia ngerasa happy banget kalo bisa borong roti murah di hotel dan bisa window shopping di toko roti. Tiap muncul menu burger baru di fastfood chain restaurant, dia harus coba! Selalu menyempatkan diri untuk mengagumi etalase Dunkin Donut tiap kali lewat. Tiap hari harus stock roti. Tiap pagi harus sarapan roti. 
Dan dia terobsesi banget dengan roti sampai-sampai pernah kirim email untuk Sari Roti mengenai ide rasa roti baru. Dia bahkan bisa ngomongin roti berjam-jam. Dan matanya akan berbinar-binar kalo melihat toko Bread Life di mall dan langsung borong. 

Maka gue bertekad akan menemukan pernak pernik roti untuk DIY Buttoneries khusus for my Fiance karena sangat mencerminkan dirinya :)

Dan disuatu siang, entah kenapa, gue yang sangat amat malas berjalan kaki di kota Jakarta nan berdebu dan panas ini, gue memutuskan jalan kaki. Rutenya Bebek Hj. Slamet di Kelapa Gading ke Mall Kelapa Gading 2. Rasanya siang itu ga terik banget dan ga terlalu berdebu. Maka gue berjalan dengan santai sambil lirik kanan kiri. Melewati Chaterine Bridal yang tersohor itu dan sempat berhenti untuk melihat kedalam dari luar. Lalu melanjutkan jalan lagi dan tiba-tiba gue berhenti disuatu ruko yang ga pernah gue sadari keberadaannya selama ini.

Ruko yang jual mainan Action Figures. Selama ini plang nya selalu gue liat tapi gue ga pernah ngeh atau masuk kedalamnya. Hingga gue menulis blog ini, sumpah gue lupa nama tokonya apa LOL. Pintu-pintu kaca rukonya semua tertutup kertas, hampir seperti ruko yang tutup dan tidak terurus. Walau gitu, gue orangnya super iseng dan penasaran. Masuklah gue. Dan pemandangannya didalam cukup wow.

Gue sendiri penggemar action figures walau ga sampai tahap mengkoleksi. Setelah puas putar-putar dan lihat-lihat, ekor mata gue menangkap sesuatu di ujung pojok terpencil dekat kasir. Dan memutuskan untuk menghampiri, karena cuma pojokan tidak menarik itulah yang belum gue lihat. 
Ga disangka-sangka, disitulah bertengger berjajar banyak miniature roti, burger, kue, pizza, etc yang dinamakan Rement.

Dan gue shock campur girang. Jujur aja, tiap kali jalan-jalan ke mall, gue ga pernah menemukan miniature roti yang gue inginkan. Tapi entah bagaimana disuatu siang hari ketika iseng berjalan kaki dan iseng masuk ke ruko asing, gue malah menemukan Rement roti tersebut.

Tanpa pikir panjang, gue langsung beli 1 set Rement donut dan burger tersebut. Dimulailah DIY Buttoneries process disuatu malam ketika Bridezilla labil ini insomnia.

DIY.....begin!!

The Bagels for my Fiance Buttoneries

For the Groomsmaid

For the Groomsmaid *roda berpita diganti dengan bunga berkancing karena kurang besar*

3 jam kemudian........

The Groomsmaid Buttoneries

The Groom Buttoneries

Yak....80% hampir selesai. Dikarenakan masih kurangnya pernak-pernik yang dibutuhkan dan harus dicari lagi, maka masih belum bisa gue selesaikan. Tapi target gue, minggu ini harus sudah selesai 100% karena hanya butuh pita motif diameter besar senada dengan tema *tangerine* 

Lalu menyusul update wedding checklist lainnya :
- Hari ini sudah ke Sehati untuk cetak cover buku misa. 
- Cincin masih belum dibuat karena tukang cincinnya masih belum balik dari kampungnya dan kami disuruh balik minggu depan oleh owner toko perhiasannya.
- Prewedding treatment sudah dimulai minggu ini dan semoga gue bisa telaten tiap minggu menyempatkan diri *nanti akan gue bahas lebih detail di post khusus*
- Alkitab, Rosario, dan Salib sudah gue beli sendiri di mall *nunggu fiance kelamaan, ga akan dibeli-beli kecuali gue ngamuk dan gue lagi males ngamuk*
- Sudah foto indoor
- Foto masa kecil+remaja untuk photoclip sudah dipilah dan dikirim ke Antheia
- Sudah beli karpet idaman di Pasar Baru 
- Dokumen catatan sipil sudah lengkap kap kap dan diserahkan ke Gusti+Claudy untuk dimasukkan ke Catatan Sipil

Kemajuan?? 5% 
Total dengan minggu lalu, kemajuan menjadi 10%

Not bad....not bad...not bad....not bad *panic starting to attack*

UPDATE AFTER 2 WEEKS :

Final DIY Buttoneries






Sunday, June 24, 2012

Decoration Review

Sebenarnya untuk dekorasi ga bisa di review lengkap karena kan belum dilihat dekorasi nyatanya. Tapi disini gue mau sharing lebih ke arah service dari vendor dekor gue yaitu : CENCORED

Awal gue memutuskan untuk menggunakan CENCORED itu cukup rumit. 
Untuk urusan dekor waktu itu gue sampe ketemu sekitar 5 vendor : Ju*iana Dekor, G*asida Dekor, De S*etsa, Ev*in Dekor, dan terakhir CENCORED.

Mulanya gue dan fiance naksir sama Ju*iana Dekor dan meeting dengan ownernya sendiri. Dari gaya nya yang ceplas ceplos dan mukanya yang judes, somehow gue suka sama si tante ini. Keliatan orangnya cukup fair dan tegas tapi jeleknya agak susah nego harga padahal starting pricenya cukup mahal.

Malah pas gue ketemu CENCORED  waktu itu yang datang adalah Mas Heru - Marketing dan entah siapa namanya dari bagian designnya. Pembicaraan alot sekali dan keliatannya mereka ga nangkap tema yang gue inginkan. Mereka hanya "hmm..bisa..bisa...hmm...bisa" dan menunjukkan foto-foto contoh dekorasi yang telah mereka kerjakan. Gue bener-bener ga terkesan sedikitpun dengan CENCORED

Lalu WO gue agak memaksa gue untuk bertemu dengan De S*etsa, penuhnya jadwal mereka sampai bikin gue malas untuk ketemuan karena kesannya kok gue yang kejar-kejar. Tapi WO gue meyakinkan gue bahwa gue akan suka dengan De S*etsa. Dan bener aja, ketika gue uda ketemu dengan owner De S*etsa, gue langsung jatuh cinta dengan ide-ide ownernya yang out of box dan fresh. Saat itu juga dia banyak memberikan gue masukan-masukan mengenai dekor dan tema serta properti-properti yang sesuai dengan keinginan gue. WO gue pun puas melihat gue begitu excited. 
Tapi sayangnya setelah pertemuan itu, De S*etsa terkesan ogah meladeni gue. Hingga gue rasanya begitu marah dan langsung menegur WO gue untuk menanyakan niat De S*etsa. Dan jawabannya cukup bikin gue sakit hati, katanya mereka malas untuk menerima klien dimana venue nya tidak rekanan dengan mereka sehingga harus membayar charge tambahan. Disaat itu juga, mereka mengirimkan price list dimana harganya bikin gue ingin ketawa. 
Entah karena gue terlanjur marah dan negatif terhadap mereka, gue merasa price list De S*etsa dibuat dengan asal-asalan agar gue mundur karena harganya ga sesuai budget.

Lalu gue coba untuk bertemu dengan G*asida dan E*lin. Owner G*asida baik dan ramah, sayang ketika itu ownernya keluar negri hingga price list nya dikirimkan kira-kira 2-3 minggu kemudian dimana gue sedang terburu-buru untuk segera deal dengan dekorasi. Jadi gue coret dari daftar. Lagipula gue agak bosan melihat gaya G*asida dimana menurut gue, dekor mereka hanya copy paste dari contoh dekor-dekor yang telah mereka kerjakan. Harganya pun ga sesuai budget, dan beberapa properti yang gue minta, selalu dikenakan charge tambahan bzzzzz....

Dan terakhir gue coba kontek E*lin Dekor. Ketemu langsung dengan ownernya. Dari semua vendor dekor yang pernah meeting dengan gue, E*lin ini langganan tetap dari klien-klien yang menikah di Bapindo dan juga merupakan vendor rekanan. Jadi E*lin sudah hafal mati dengan denah, staff in charge, problem teknis yang biasa terjadi, etc. 
My fiance sempat tertarik dengan E*lin, ditambah harganya cukup murah. Tapi sayangnya ga sesuai dengan ekspektasi gue. Bagi gue, dekornya agak sedikit kuno dan boring, propertinya pun agak ketinggalan jaman dan sedikit. 
Ketika gue menanyakan beberapa hal, E*lin agak keberatan, bagi mereka dekor harus yang praktis. Untuk kombinasi warna yang gue inginkan pun, mereka agak keberatan karena tidak pernah handle bride dengan keinginan seperti gue. Jadi gue langsung coret vendor ini dari list gue walau sebenernya fiance suka dengan E*lin.

Lalu akhirnya yang tersisa hanyalah CENCORED yang masi dalam tahap meraba-raba. Akhirnya gue putuskan untuk bertemu kedua kalinya. Oia, jauh sebelum gue memutuskan untuk bertemu lagi, mereka sudah mengirimkan contoh sketsa dari dekor yang gue inginkan. Biasanya vendor dekor lain hanya akan mengirimkan sketsa dimana sudah deal dan DP. Jadi gue cukup terkesan dengan keberanian CENCORED. Sayangnya sketsanya masih jauh dibawah keinginan gue. 

Maka ketika bertemu kedua kalinya, kali ini hanya Mas Heru - Marketing nya yang datang. Kami berdiskusi dan membicarakan kombinasi warna. Gue pun minta WO untuk menemani, agar WO gue lebih bisa menerjemahkan isi otak dan keinginan gue ke CENCORED  Pertemuan kedua ini nampaknya bisa membuat Mas Heru menangkap keinginan gue. Yang tadinya dekor didominasi dengan kain dan warna lime green, akhirnya menonjolkan warna bright yellow dan sage green, dipadu tangerine dan off white serta memakai wisteria dan rose wall.

Cukup rumit sebenarnya pembicaraan dekor ini. Tapi at least dipertemuan kedua, Mas Heru sudah menangkap bentuk pelaminan yang gue inginkan, rangkaian bunga diatas pelaminan yang gue inginkan, dekorasi lorong dan photo booth yang gue inginkan. Tapi tidak dengan warna!! Di sketsa kedua yang dikirimkan, rupanya warna lime green masi menonjol. 

Akhirnya gue memutuskan untuk bertemu lagi ketiga kalinya. Di pertemuan inilah akhirnya Mas Heru baru mengerti keinginan gue, karena kali ini gue paksa untuk bawa contoh warna kain huahahahahaha....dan bener aja, dia malah menunjuk warna hijau yang agak kekuningan dan shinny ewwww.....

Dan gue pun rombak warna-warna dipelaminan dan lorong. Gue menginginkan tangerine dan off white ditonjolkan kali ini. Gue minta dilorong untuk tidak menggunakan warna hijau dikain sedikitpun, kecuali untuk wisteria disisi kanan kiri yang memang berwarna hijau gelap. Ditambah dengan nego alot dimana gue minta bermacam-macam properti dimana CENCORED belum memiliki sehingga mereka terpaksa harus beli properti tersebut :D dan bonus hand bouquet untuk bridesmaid, hairpiece untuk flower girl, corsage untuk groom dan keluarga besar.

Lalu final price list dikirimkan. Cukup membuat gue kaget. Karena gue berpikir, CENCORED masi nama baru didunia wedding. Portfolio nya pun masi sedikit. Gue sendiri diberitahu mengenai CENCORED dari owner tempat penyewaan dress untuk bridesmaid. Lalu gue curhat ke WO gue, dan WO gue minta untuk dikirimkan price list tersebut untuk mereka teliti. WO gue pun berkesimpulan dengan nama CENCORED yang belum terkenal, harga mereka cukup mahal. 

Gue pun ga abis akal. Gue telp Mas Heru, menawar dan menawar dan merayu. Lalu akhirnya Mas Heru berkata akan membicarakan kepada ownernya dan akan mengabari gue. 15 menit kemudian, Mas Heru menelp balik dan memberitahukan kabar baik dimana gue mendapat diskon yang bikin gue nyengir girang *jangan nanya cara rayunya ya, ini bener-bener akal-akalan brilian gue :D*

Setelah deal, gue pun tetap dengan kelabilan BrideZILLA gue memaksa Mas Heru untuk meeting dengan gue berkali-kali. Hahahahaha....sempat juga terpikirkan untuk merubah warna tema yang dilarang keras oleh Mas Heru karena kombinasi warna tersebut cocoknya untuk outdoor. Yah maklumlah...namanya aja BrideZILLA labil.

So far gue terkesan dengan kesigapan dan service nya yang luwes dari CENCORED  Berani mengirimkan contoh sketsa design walau belum deal, marketingnya *Mas Heru* tidak pernah keberatan untuk diajak meeting dimana pun dan kapanpun, mau menerima masukan dan request aneh dari capeng sableng ini *sabar ya, mas Heru*, dan berani menerima tantangan dari gue untuk membuat design baru yang tidak pernah dibuat oleh CENCORED.

So let's pray for the best agar CENCORED tidak mengecewakan gue di hari yang akan berkesan selamanya di hidup gue :)

Thursday, April 12, 2012

Colour Theme


Drum rolls.....derengdengdengdengdeng....setelah jumpalitan kanan kiri dan semedi nunggu inspirasi datang entah darimana, akhirnya ketemu juga ide untuk colour theme : Summer!! Tangerine, Yellow, Sage Green and op kors the neutral colour untuk mengikat semua warna : OFF WHITE!! 
Dadadadadada *joget joget girang*




















source : www.theperfectpallete.com

NB : setelah warna diputuskan, 4 bulan kemudian, teman capeng yang akan menikah ternyata memakai warna tangerine dan off white sebagai wedding colour themenya. Capeng agak bete karena dari awal ketika ngobrol akan memakai warna champagne, teman capeng bercerita bahwa dia memakai warna yang sama. Ketika capeng semedi dan dapat inspirasi tangerine, ternyata ketika ngobrol lagi, teman capeng juga bercerita bahwa dia memakai warna yang sama. Ya sudahlah...yang penting sama tapi berbeda!!