Thursday, June 28, 2012

Souvenir & Invitation

Gue nulis blog ini sambil dengerin lagu Restless - Audrey Assad. Suwer deh pengen mewek...kebayang nanti video wedding day atau same day edit pake lagu ini, selain A Thousand Years - Christina Perri.

Meweknya ditahan dulu yak, karena gue pengen bahas soal souvenir. Berhubung tema wedding gue adalah summer, dan gue suka banget sama pepohonan dan bunga, jadi yang kepikir sama gue adalah souvenir miniatur tanaman. Selain sesuai tema, bisa buat jadi pajangan dan ga akan ngebosenin.

Beau-Coup.com

Beau-Coup.com

Nyatanya susah banget cari souvenir sesuai keinginan gue. Muter-muter 5 jam di Pasar Pagi Mangga Dua, tapi souvenirnya kasar-kasar. 
Lalu teringat ada teman kantor yang punya usaha sampingan graphic design untuk invitation, leaflet, brochure, web design dan juga souvenir untuk kantor. Dan usaha teman kantor gue uda mulai merambah ke dunia wedding. 
Berhubung mikir, daripada uangnya buat orang lain, ga ada salahnya menggunakan jasa teman sekaligus bantu.

Tapi setelah beberapa kali meeting, nampaknya teman kantor gue and his team ga bisa nangkap ide dan keinginan gue untuk souvenir maupun invitation. Jadi gue batalkan memakai jasa teman kantor gue. Daripada gue kecewa dan suasana malah jadi ga enak, lebih baik gue coba cari vendor lain yang memang lebih capable.
Dan gue pun mendatangi Fine Gallery di Kelapa Gading.

Awalnya skeptis, mengira wedding souvenir di Fine Gallery mahal. Tapi setelah gue ubek-ubek, ada beberapa item yang lucu dan classy dan ga semahal yang gue duga. 
Lalu karena di Fine Gallery sendiri ga ada souvenir sesuai keinginan gue yaitu miniatur tanaman, maka gue menyerah dan memilih glass coaster as my wedding souvenir.

ambil dari Beau-Coup.com karena picture Fine Gallery ga bisa di save image

Tapi sekarang agak kepikiran karena glass coaster ini terbuat dari GLASS which is bisa pecah dan agak susah untuk digunakan di kehidupan sehari-hari. Pengen ganti souvenir tapi bisa digetok rame-rame sama keluarga karena uda mepet waktunya. 3 Bulan 2 Minggu lagi....wowww...time flies! 

Tinggal undangan yang bikin gue dag dig dug padahal menurut mitos, wedding invitation ini paling rumit dari semua perintilan wedding. Belum salah tulisan, salah font, salah design, salah warna, dan segudang salah lainnya yang harus siap-siap untuk bolak-balik ke vendor wedding invitation. Tapi dijalani dulu, dan berusaha positif. Wiken ini mau coba datang ke Sehati, denger-denger kerjanya rapi dan cepat. So i crossed my finger that everything will be okay in the next few months left :)

Wednesday, June 27, 2012

D.R.A.M.A

Drrrrrrraaaaamaaaaaaaa of BrideZILLA

What kind of drama???

PREWEDDDING DRAMA

Mungkin ga sih cuma gue, brideZILLA yang paling puyeng sedunia cuma karena prewedding??? 40 persen blog ini kayaknya cuma diisi dengan kelebay-an gue mengenai prewedding photo.

Hal yang gue sesali adalah ketika sadar, gaun yang gue jahit semuanya model mermaid T_T 
No ballgown nor a line dress :(

Dan gaun yang rencananya niru Armani, ternyata Ci Siufa ga punya bahan yang mirip dengan Armani tersebut, padahal modelnya simple abis dan sengaja dimewahin di bahan biar keliatan outstanding. Terpaksa digagalkan rencana untuk jahit gaun ini.

Armani Inspiration


Dan hari ini baru menemukan web lucu buat wedding inspirasi apalagi kalo lagi cari inspirasi gaun-gaun prewed dan wedding : Weddingchicks 


Jadi kepikiran sesorean ini, pengen model gaun laiiiin....sedangkan waktunya uda mepet, ga mungkin bikin baru lagi.

Dan dari kemarin uda kontek Hian Tjen + Gladiolus. Sewa prewed gown di Hian Tjen harganya 3jt nett. Sewa di Gladiolus 4-12jt nett.
Di Hian Tjen, pilihan gaunnya terbatas sekali, tapi kualitasnya couture banget. Di Gladiolus, gaunnya banyak pilihan dan kualitasnya ga diragukan, couture abis. 

Tapi mikir-mikir kok ga rela ya uang segitu dihamburkan cuma untuk SEWA gaun T_T

Dan kegalauan lainnya, gue mau pake heels 12cm biar gaun-gaun yang uda gue jahit, jatuhnya bagus. Sedangkan tinggi fiance standar ala asia, kalo gue pake heels 12cm, tinggi gue dan fiance hampir sama. I'm 156 cm so you do the count.
Maka rencananya fiance pake hidden heels 7cm di sepatunya. Daaaan kemarin lupa bilang ke designer Wong Hang kalo celana fiance jangan dipotong terlalu banyak, lalu akhirnya cuma disisain 4cm. Hiksss T_T

If you don't have idea what is hidden heels, check this out : Keeves Shoes




Cool, uh??

Tapi sekarang harus bubar grak rencana diatas dan malah jadi galau ga jelas....jadi plan B nya adalah, wiken ini mau coba ke Stop n Go, coba nanya untuk pasang heels 3cm di sepatu fiance dan coba memanjangkan celana fiance 3cm.

Oh preweddddd....cepatlah usai biar gue ga galau berlebihan....

Properti yang harus dibawa untuk prewed photo session :
1. Softfel (kata sepupu gue, nyamuk di KRB ganas banget)
2. Headpiece
3. Aksesoris *beberapa harus beli dulu biar mecing sama gaun*
4. Koper vintage
5. Mini lamp vintage *yesss...i'm obssesed with french vintage style*
6. Softlen
7. Sepatu fiance *harus ditambahin dulu heelsnya*
8. Sepatu wedges 12cm
9. Sepatu merah
10. Baju + Celana putih fiance
11. Dasi kupu-kupu merah fiance
12. Sweater hitam fiance
13. Jas hitam fiance
14. Kemeja putih fiance
15. Tuxedo fiance
16. Gaun-gaun + minidress gue *beserta mini dress cadangan*
17. Celana Jeans fiance *harus dipotong dulu, kepanjangan*
18. Beli bunga segar di pasar bogor atau ke rawa belong dulu malam sebelum prewed
19. Gel rambut fiance
30. Kaos kaki fiance

Sekian itu dulu. Kalo ada yang inget, nanti gue update lagi. Jangan bosen dengerin ocehan gue tentang prewedding session ya. Asli, gue juga pengen cepet-cepet selesai biar lega :(

Sunday, June 24, 2012

Decoration Review

Sebenarnya untuk dekorasi ga bisa di review lengkap karena kan belum dilihat dekorasi nyatanya. Tapi disini gue mau sharing lebih ke arah service dari vendor dekor gue yaitu : CENCORED

Awal gue memutuskan untuk menggunakan CENCORED itu cukup rumit. 
Untuk urusan dekor waktu itu gue sampe ketemu sekitar 5 vendor : Ju*iana Dekor, G*asida Dekor, De S*etsa, Ev*in Dekor, dan terakhir CENCORED.

Mulanya gue dan fiance naksir sama Ju*iana Dekor dan meeting dengan ownernya sendiri. Dari gaya nya yang ceplas ceplos dan mukanya yang judes, somehow gue suka sama si tante ini. Keliatan orangnya cukup fair dan tegas tapi jeleknya agak susah nego harga padahal starting pricenya cukup mahal.

Malah pas gue ketemu CENCORED  waktu itu yang datang adalah Mas Heru - Marketing dan entah siapa namanya dari bagian designnya. Pembicaraan alot sekali dan keliatannya mereka ga nangkap tema yang gue inginkan. Mereka hanya "hmm..bisa..bisa...hmm...bisa" dan menunjukkan foto-foto contoh dekorasi yang telah mereka kerjakan. Gue bener-bener ga terkesan sedikitpun dengan CENCORED

Lalu WO gue agak memaksa gue untuk bertemu dengan De S*etsa, penuhnya jadwal mereka sampai bikin gue malas untuk ketemuan karena kesannya kok gue yang kejar-kejar. Tapi WO gue meyakinkan gue bahwa gue akan suka dengan De S*etsa. Dan bener aja, ketika gue uda ketemu dengan owner De S*etsa, gue langsung jatuh cinta dengan ide-ide ownernya yang out of box dan fresh. Saat itu juga dia banyak memberikan gue masukan-masukan mengenai dekor dan tema serta properti-properti yang sesuai dengan keinginan gue. WO gue pun puas melihat gue begitu excited. 
Tapi sayangnya setelah pertemuan itu, De S*etsa terkesan ogah meladeni gue. Hingga gue rasanya begitu marah dan langsung menegur WO gue untuk menanyakan niat De S*etsa. Dan jawabannya cukup bikin gue sakit hati, katanya mereka malas untuk menerima klien dimana venue nya tidak rekanan dengan mereka sehingga harus membayar charge tambahan. Disaat itu juga, mereka mengirimkan price list dimana harganya bikin gue ingin ketawa. 
Entah karena gue terlanjur marah dan negatif terhadap mereka, gue merasa price list De S*etsa dibuat dengan asal-asalan agar gue mundur karena harganya ga sesuai budget.

Lalu gue coba untuk bertemu dengan G*asida dan E*lin. Owner G*asida baik dan ramah, sayang ketika itu ownernya keluar negri hingga price list nya dikirimkan kira-kira 2-3 minggu kemudian dimana gue sedang terburu-buru untuk segera deal dengan dekorasi. Jadi gue coret dari daftar. Lagipula gue agak bosan melihat gaya G*asida dimana menurut gue, dekor mereka hanya copy paste dari contoh dekor-dekor yang telah mereka kerjakan. Harganya pun ga sesuai budget, dan beberapa properti yang gue minta, selalu dikenakan charge tambahan bzzzzz....

Dan terakhir gue coba kontek E*lin Dekor. Ketemu langsung dengan ownernya. Dari semua vendor dekor yang pernah meeting dengan gue, E*lin ini langganan tetap dari klien-klien yang menikah di Bapindo dan juga merupakan vendor rekanan. Jadi E*lin sudah hafal mati dengan denah, staff in charge, problem teknis yang biasa terjadi, etc. 
My fiance sempat tertarik dengan E*lin, ditambah harganya cukup murah. Tapi sayangnya ga sesuai dengan ekspektasi gue. Bagi gue, dekornya agak sedikit kuno dan boring, propertinya pun agak ketinggalan jaman dan sedikit. 
Ketika gue menanyakan beberapa hal, E*lin agak keberatan, bagi mereka dekor harus yang praktis. Untuk kombinasi warna yang gue inginkan pun, mereka agak keberatan karena tidak pernah handle bride dengan keinginan seperti gue. Jadi gue langsung coret vendor ini dari list gue walau sebenernya fiance suka dengan E*lin.

Lalu akhirnya yang tersisa hanyalah CENCORED yang masi dalam tahap meraba-raba. Akhirnya gue putuskan untuk bertemu kedua kalinya. Oia, jauh sebelum gue memutuskan untuk bertemu lagi, mereka sudah mengirimkan contoh sketsa dari dekor yang gue inginkan. Biasanya vendor dekor lain hanya akan mengirimkan sketsa dimana sudah deal dan DP. Jadi gue cukup terkesan dengan keberanian CENCORED. Sayangnya sketsanya masih jauh dibawah keinginan gue. 

Maka ketika bertemu kedua kalinya, kali ini hanya Mas Heru - Marketing nya yang datang. Kami berdiskusi dan membicarakan kombinasi warna. Gue pun minta WO untuk menemani, agar WO gue lebih bisa menerjemahkan isi otak dan keinginan gue ke CENCORED  Pertemuan kedua ini nampaknya bisa membuat Mas Heru menangkap keinginan gue. Yang tadinya dekor didominasi dengan kain dan warna lime green, akhirnya menonjolkan warna bright yellow dan sage green, dipadu tangerine dan off white serta memakai wisteria dan rose wall.

Cukup rumit sebenarnya pembicaraan dekor ini. Tapi at least dipertemuan kedua, Mas Heru sudah menangkap bentuk pelaminan yang gue inginkan, rangkaian bunga diatas pelaminan yang gue inginkan, dekorasi lorong dan photo booth yang gue inginkan. Tapi tidak dengan warna!! Di sketsa kedua yang dikirimkan, rupanya warna lime green masi menonjol. 

Akhirnya gue memutuskan untuk bertemu lagi ketiga kalinya. Di pertemuan inilah akhirnya Mas Heru baru mengerti keinginan gue, karena kali ini gue paksa untuk bawa contoh warna kain huahahahahaha....dan bener aja, dia malah menunjuk warna hijau yang agak kekuningan dan shinny ewwww.....

Dan gue pun rombak warna-warna dipelaminan dan lorong. Gue menginginkan tangerine dan off white ditonjolkan kali ini. Gue minta dilorong untuk tidak menggunakan warna hijau dikain sedikitpun, kecuali untuk wisteria disisi kanan kiri yang memang berwarna hijau gelap. Ditambah dengan nego alot dimana gue minta bermacam-macam properti dimana CENCORED belum memiliki sehingga mereka terpaksa harus beli properti tersebut :D dan bonus hand bouquet untuk bridesmaid, hairpiece untuk flower girl, corsage untuk groom dan keluarga besar.

Lalu final price list dikirimkan. Cukup membuat gue kaget. Karena gue berpikir, CENCORED masi nama baru didunia wedding. Portfolio nya pun masi sedikit. Gue sendiri diberitahu mengenai CENCORED dari owner tempat penyewaan dress untuk bridesmaid. Lalu gue curhat ke WO gue, dan WO gue minta untuk dikirimkan price list tersebut untuk mereka teliti. WO gue pun berkesimpulan dengan nama CENCORED yang belum terkenal, harga mereka cukup mahal. 

Gue pun ga abis akal. Gue telp Mas Heru, menawar dan menawar dan merayu. Lalu akhirnya Mas Heru berkata akan membicarakan kepada ownernya dan akan mengabari gue. 15 menit kemudian, Mas Heru menelp balik dan memberitahukan kabar baik dimana gue mendapat diskon yang bikin gue nyengir girang *jangan nanya cara rayunya ya, ini bener-bener akal-akalan brilian gue :D*

Setelah deal, gue pun tetap dengan kelabilan BrideZILLA gue memaksa Mas Heru untuk meeting dengan gue berkali-kali. Hahahahaha....sempat juga terpikirkan untuk merubah warna tema yang dilarang keras oleh Mas Heru karena kombinasi warna tersebut cocoknya untuk outdoor. Yah maklumlah...namanya aja BrideZILLA labil.

So far gue terkesan dengan kesigapan dan service nya yang luwes dari CENCORED  Berani mengirimkan contoh sketsa design walau belum deal, marketingnya *Mas Heru* tidak pernah keberatan untuk diajak meeting dimana pun dan kapanpun, mau menerima masukan dan request aneh dari capeng sableng ini *sabar ya, mas Heru*, dan berani menerima tantangan dari gue untuk membuat design baru yang tidak pernah dibuat oleh CENCORED.

So let's pray for the best agar CENCORED tidak mengecewakan gue di hari yang akan berkesan selamanya di hidup gue :)

Thursday, June 21, 2012

Happy Day

Suatu pagi sehari setelah gue ngepost "Photografer Review" , tiba2 Ci Lisa - Marketing Antheia sms menanyakan gue lagi sibuk atau ga? Karena Ci Lisa mau telp. Berhubung gue lagi cuti karena mau ngurus form N1, N2, N4 ke kelurahan, maka gue sms balik info kalo ga masalah telp gue karena gue lagi cuti.

Ga lama, Ci Lisa langsung telp dan menawarkan sesuatu....yang bikin gue senyum sumringah dan rasanya kepengen teriak kegirangan....penawarannya adalah..............................................


VOUCHER UPGRADE PREWEDDING PHOTO WITH KO RAY FOR ONLY 2.5 MIO


Photo with Ko Ray is one of my dream!! Padahal normalnya Ko Mike dengan Ko Ray, beda hampir 4x lipat nya. Ci Lisa ternyata ingat kalo gue pernah mention, kepengen banget difoto sama Ko Ray. Jadi dia langsung keep 1 voucher buat gue, dimana vouchernya cuma tersedia 5 buah. Dan Ci Lisa ngomong gini "Ga apa-apa ya, Ci, ga bisa foto sama Ko Ray pas wedding day. Yang penting bisa prewedding sama Ko Ray" 

Ci Lisaaaaaa...i lope u pulllllll!!!!!!! 

Nah....dalam rangka apakah voucher tersebut?? Ternyata dalam rangka promosi studio indoor baru Antheia. Dan Ci Lisa pun berbaik hati mengirimkan foto-foto contoh studio indoor. And i love it...tapiii...propertinya masi kurang banyak ya, Ci Lisa hehehehe :P

Yak...drama Prewed Gown pun masi berlanjut...it killings me...literally! Karena gue memutuskan untuk foto indoor dengan jarak 10 hari dari foto outdoor, gue cape mikirin gaun+konsep lagi. Jadi dideketin aja biar bablas leganyaaa kalo uda selesai prewed. Tapi sekarang gue keabisan ide dan nekat untuk sewa aja walau pasti akan merogoh kocek dalam-dalam hiksssss T_T